VIRAL 8 Peristiwa Sial Akibat Percaya Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

4. Pengendara motor masuk tol

Selain pengendara mobil, ternyata pengendara motor juga pernah tersasar karena Google Maps.

Cerita ini berawal dari sebuah rekaman video yang memperlihatkan pengendara yang tengah membonceng seseorang melaju di dalam Tol Pasteur, viral di media sosial.

Motor tersebut berkendara di jalur cepat atau kanan jalan tol itu.

Panit PJR Tol Padaleunyi Ipda AM Nashir mengatakan, pengendara yang masuk ke jalan tol itu merupakan pelajar sekolah yang hendak pulang usai Praktik Kerja Lapangan (PKL) di salah satu bengkel di wilayah Baros Kota Cimahi.

Pelajar tersebut menuju rumahnya di wilayah Cicadas, Kota Bandung.

Saat pulang, pemuda yang masih berusia 17 tahun itu menggunakan Google Maps sebagai panduan jalan menuju lokasi yang ditujunya.

Namun, jalan yang ditunjukan Google Maps mengarah masuk ke jalan tol.

“Yang bersangkutan memasuki tol karena mengikuti Google Maps,” kata Nashir, saat dihubungi wartawan, Senin (18/10/2021).

5. Wisatawan tersesat di tengah kebun teh

Petugas tengah membantu kendaraan wisatawan asal Tabggerang yang tersesat di perkebunan teh.(Foto Humas Polda Jabar )

Wisatawan asal Tanggerang Selatan, Novian dan keluarga tersesat di kebun teh saat mencari petunjuk arah dengan menggunakan Google Maps, Jumat (7/6/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Novian dan keluarga bermaksud mengunjungi Kawah Papandayan Garut.

Dengan mobil jenis Suzuki AVV warna hitam, Novian berkendara dengan keluarga melewati Jalan Pangalengan–Neglawangi Kabupaten Bandung.

Namun, Novian dan keluarga malah tersesat hingga ke tengah perkebunan teh di wilayah kaki Gunung Papandayan, tepatnya di blok perkebunan tibet perbatasan Kabupaten Garut dan Kampung Papandayan Desa Neglawangi.

Medan jalan tanah dan bebatuan yang rusak dan sempit membuat Novian kesulitan untuk keluar dari perkebunan teh itu.

Apalagi mobil yang dikendarai pun mengalami slip.

Novian kemudian menghubungi call center Basarnas suntuk meminta pertolongan penjemputan.

Mereka kemudian dievakuasi pukul 01.15 WIB