Bahaya Hidrokuinon, Pemutih Instan yang Dapat Menyebabkan Okronosis atau Jerawat Batu

JAKARTA, Kalimantanlive.com — Masyarakat diimbau untuk berhati-hati memakai produk perawatan kulit abal-abal yang menyalahgunakan hidrokuinon atau pemutih instan karena dapat merusak kulit.

Dalam waktu enam bulan saja, penyalahgunaan hidrokuinon bisa memicu terjadinya okronosis. Di masyarakat awam, okronosis dikenal sebagai jerawat batu.

“Tidak bisa disembuhkan dengan skincare, itu hanya bisa disembuhkan dengan tindakan (medis),” kata co-founder Reglow Indonesia dr Shindy Kurnia Putri dalam Kopdar Agen Reglow Indonesia beberapa waktu lalu seperti dilansir Republika.co.id.

BACA JUGA :
TERUNGKAP Konsumsi Buah dan Sayur Berpestisida Tidak Buruk bagi Kesehatan, Ini Hasil Studi Terbaru

BACA JUGA:
Tak Sekedar Mempercantik, Kosmetik yang Mengandung Perawatan Kulit Diprediksi Jadi Tren Kecantikan di 2022

BACA JUGA:
Rasanya Asin dan Pedas, Kimchi Makanan Khas Korea ini Bisa Turunkan Risiko Kena Penyakit Kulit

Senada, dokter spesialis kulit dan kelamin dr Matahari Arsy SpKK menjelaskan, batas aman hidrokuinon dalam produk kecantikan hanya empat persen.

Jika konsentrasinya lebih dari itu, ada bahaya toksik ke melanosit atau sel penghasil pigmen.

Menurut dr Matahari, penggunaan hidrokuinon kadar tinggi pada kosmetik juga bisa membuat terbentuknya okronosis. Fleknya belang hitam dan putih.

Produk perawatan kulit abal-abal yang menyalahgunakan hidrokuinon masih memiliki peminat karena dapat memutihkan kulit secara instan.

Cukup banyak ditemukan di e-commerce, harganya juga terbilang murah sehingga ‘mafia skincare’ yang menggunakan hidrokuinon sebagai campuran produk pemutih kulit, bisa mengeruk untung yang besar.