KONTROVENSI Piala Afrika 2021: 8 Korban Tewas, Kegilaan Wasit, hingga Tim Besar Dimanjakan

Namun, Janny Sikazwe kembali membuat dua keputusan kontroversial.

Pertama, wasit asal Zambia itu menghukum pemain Mali, El Bilal Toure, dengan kartu merah untuk pelanggaran yang dinilai tidak berbahay.

Dikutip dari situs ESPN, Janny Sikazwe mempertahankan keputusan itu meskipun hasil tinjauan Video Assistant Referee (VAR) menilai Toure sejatinya tidak layak mendapat kartu merah.

Beberapa saat setelah mengusir Toure, Janny Sikazwe kembali meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan untuk kedua kalinya.

Keputusan Janny Sikazwe mengakhiri pertandingan kembali diprotes oleh kubu Tunisia.

Sebab, Janny Sikazwe lagi-lagi meniup peluit panjang ketika waktu normal masih belum berakhir.

Berdasarkan laporan, Sikazwe meniup peluitnya ketika pertandingan berjalan 89 menit 40 detik.

Meski terus mendapatkan protes, Sikazwe tidak lagi melanjutkan pertandingan seperti sebelumnya.

Para pemain Tunisia dan Mali pada akhirnya masuk ke ruang ganti.

Beberapa menit menjelang konfrensi pers pasca-laga, Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) memutuskan pertandingan Tunisia vs Mali harus dilanjutkan.

Pergantian wasit pun dilakukan untuk merampungkan sisa pertandingan yang berdasarkan laporan Sky Sports, tinggal tersisa tiga menit.

Mengetahui informasi itu, para pemain Mali langsung kembali ke lapangan.

Namun, pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena skuad Tunisia tak kunjung masuk ke lapangan meski sudah ditunggu wasit pengganti.

Melihat situasi ini, wasit pengganti bersama panitia pertandingan memutuskan untuk sekali lagi mengakhiri laga dengan hasil akhir 1-0 untuk kemenangan Mali.