KONTROVENSI Piala Afrika 2021: 8 Korban Tewas, Kegilaan Wasit, hingga Tim Besar Dimanjakan

3. Panitia Salah Memutar Lagu Kebangsaan

Kontroversi juga terjadi pada laga Grup F Piala Afrika antara Mauritania vs Gambia, Rabu (12/1/2022) waktu setempat.

Pihak yang disorot kali ini adalah panitia penyelenggara pertandingan Mauritania vs Gambia.

Sebab, panitia penyelenggara justru memutar lagu kebangsaan Gambia saat giliran timnas Mauritania.

Kesalahan itu dilakukan panitia penyelenggara tidak hanya sekali, melainkan dua kali.

Pada akhirnya, timnas Mauritania terpaksa menyanyikan lagu kebangsaan mereka tanpa iringan musik.

Kejadian itu menjadi semakin menarik karena permasalahan serupa tidak terjadi ketika lagu kebangsaan Gambia diputar.

Terlepas dari kontroversi di atas, pertandingan tetap berjalan dengan hasil akhir 1-0 untuk kemenangan timnas Gambia.

4. Tudingan Diskriminasi

Pelatih timnas Malawi, Mario Marinica, mengecam panitia penyelenggara Piala Afrika 2021 karena perbedaan fasilitas antar tim.

Mario Marinica protes karena persiapan timnya selama Piala Afrika 2021 terganggu banyak insiden mulai dari keracunan makanan, kekuarangan bahan pokok, hingga kesulitan mendapatkan akses untuk mencuci pakaian.

Pelatih berpaspor Rumania itu meyakini bahwa pihak penyelenggara Piala Afrika 2021 hanya mementingkan tim-tim besar saja.

Mario Marinica bahkan sampai membandingkan kondisi yang diterima timnya dengan kapten timnas Senegal, Sadio Mane.

“Anda tidak akan melihat Sadio Mane mencuci celana dalamnya sendiri dan menggantungnya di semak-semak hingga kering,” kata Marinica, dikutip dari ESPN.

“Gambia memiliki masalah yang sama, dan ada standar berbeda di sini. Setiap tim diperlakukan secara berbeda,” tutur Marinica.

“Pertanyaan tertentu harus diajukan: mengapa hal ini terjadi pada kami, mengapa hanya pada tim yang lebih kecil, mengapa hanya Komoro, Gambia, dan kami?” ujar Marinica menambahkan.

Lebih lanjut Marinica menjelaskan bahwa timnya harus mencuci pakaiannya sendiri lantaran staf di Hotel Valle de Bana, Bafoussam, tak bisa memberikan fasilitas mendasar yang memadai.