TANJUNGBALAI, KALIMANTANLIVE.COM – Bocah 10 tahun bernama Syafa Salsabila Sapnia, meninggal dunia diduga setelah menjalani vaksinasi Covid-19 di sekolahnya.
Kasus meninggalnya bocah SD ini tersebut terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Veronina Ray, sang bunda menceritakan kronologi anaknya, putrinya itu jalani vaksinasi pada Selasa (11/1/2022) di sekolahnya yang ada di Kota Tanjungbalai.
Sebelum divaksin, Syafa dalam keadaan baik-baik saja.
# Baca Juga :Varian Omicron yang Mudah Menular Mencapai Puncaknya, Kasus kematian akibat Covid-19 di Australia Meningkat
# Baca Juga :KESEMPATAN Baik Bagi Nakes, Negara Kaya Rekrut Perawat dari Negara Miskin Hadapi Omicron yang Melonjak
# Baca Juga :Didominasi Pasien Pelaku Perjalanan Asal Arab Saudi, Kasus Omicron di Indonesia Capai 822
# Baca Juga :Naikkan Imunitas saat Omicron Merebak, Minum Campuran Lemon, Jahe dan Kayu Manis, Baik untuk Turunkan Berat Badan
“Saya memang ikut saat anak saya divaksin.
Guru-gurunya juga bagus, tidak memaksa anak muridnya divaksin.
Saya memvaksin anak saya karena salah satu sekolah harus ada surat vaksin kalau mau masuk dan mendaftar,” ujar wanita yang akrab di panggil Neina, Rabu(26/1/2022).
Setelah jalani vaksinasi, Syafa mulai merasakan sakit di kepala.
“Seminggu setelah vaksin, pas anak saya ini pulang mengaji, dia merasakan sakit di kepalanya.
Di situ dia mulai nampak sakit,” katanya kepada Tribun-Medan.com.
Selain merasakan sakit kepala, Syafa mengalami demam selama dua hari.
Lalu, Syafa dibawa ke beberapa dokter yang ada di Kota Tanjungbalai hingga dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota Medan.
Waktu dia demam, sempat minta dikusuk, kami kusuk.
Namun tidak juga reda panasnya, kami bawa ke mantri (bidan) dan diberikan obat.







