Meski Sudah Zaman Digital, Warga Pegunungan Meratus Masih Ada yang Terapkan Transaksi Sistem Barter

kalimantanlive.com – Sistem barter memang sudah begitu lama ditinggalkan, tapi tidak bagi masyarakat tradisional yang bermukim di pegunungan.

Warga di Pegunungan Meratus masih menerapka transaksi jual beli sistem barter atau menukar barang alias tanpa uang.

Masih berlakunya sistem barter ini sebagaimana disampaikan Mirza, pemilik Toko Mirza yang menjual aneka produk kerajinan dan herbal di Pertokoan Cahaya Bumi Selamat, Kota Martapura, Kabupaten Banjar.

Di tokonya, untuk produk herbal asli Kalimantan ia dapat pasokannya dari masyarakat Dayak Meratus kawasan Barabai, Hulu Sungai Tengah.

BACA JUGA: Masyarakat Serbu Stand Minyak Goreng di Pasar Murah Dinas Koperasi UKM Perindag Tabalong

“Secara berkala datang pemasok yang sudah lama jadi langganan toko kami, dia orang Dayak yang membawa aneka hasil hutan berupa akar-akaran dan rempah,” jelasnya.

Sebagaimana kebiasaan maka pihak toko tidak membayar dengan uang untuk barang-barang tersebut, melainkan menukarnya dengan sembako.

“Sudah lazim antara kami, saat barang datang maka kami sudah paham dengan menyediakan beras, gula, tepung pokoknya jenis sembako,” ujar Mirza.

Hal sama juga berlaku jika Mirza yang datang mengambil barang jualan ke perkampungan Dayak di pegunungan Meratus kawasan HST tersebut. Barter mereka lakukan.

“Nah, mereka mengumpulkan bahan ramuan berupa akar dan rempah itu dalam wadah-wadah terpisah. Selanjutnya kami mengemas dan melabeli sesuai dengan jenis ramuan,” paparnya.

BACA JUGA: Puskesmas Cempaka Banjarmasin Buka Layanan Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum

Pastinya, nilai kedua barang yang dibarter lebih pada kesepakatan. Jadi keduanya sudah paham apa yang diberikan dan apa yang diterima.

“Sistem barter dengan sembako lebih dipilih mereka karena memang produk itu susah didapat di kampung mereka yang jauh dari warung, kios apalagi toko. Kami saja ke sana perlu waktu dua jam lebih untuk menempuh perjalanan hingga tiba di kampung mereka yang serba tradisional,” tandas Mirza.

Di CBS Martapura, produk herbal khas Kalimantan ini memang terbilang laris sebab para wisatawan domestik dan internasional tahu khasiatnya yang tak hanya untuk mengobati berbagai penyakit juga untuk menjaga kesehatan dan stamina.

(m khaitami/banjarmasin post.co.id)