Diiming-imingi Uang Main Game Online, Bocah Laki-laki Jadi Korban Kekerasan Seksual Tetangganya

MAKASSAR, KALIMANTANLIVE.COM – Janji diberi uang jajan dan main game online, seorang bocah laki-laki di Kota Makassar berinisial A (10) menjadi korban kekerasan seksual.

Pelaku yang tega melakukan perbuatan hina ini ternyata tetangganya, berinisial G (45).

Hanya saja, pelaku sampai sekarang masih buron karena kabur setelah mengetahui orangtua korban lapor polisi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Achie Soleman yang dikonfirmasi, Kamis (27/1/2022) mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak ini telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar.

# Baca Juga :Komunitas Pelangi Banjarbaru Bersikap Terkait Kasus Oknum Polisi Perkosa Mahasiswi FH ULM

# Baca Juga :Mahasiswi FH ULM Diperkosa, Wali Kota Banjarmasin Bakal Copot Penghargaan yang Pernah Diberikan ke Oknum Polisi

# Baca Juga :Mahasiswi FH ULM Diperkosa Oknum Polisi Polresta Banjarmasin, Sidang Superkilat & Vonis Diam-diam, Fakultas Pasang Badan

# Baca Juga :Istri Napi Mengaku Diperkosa Pria Diduga Polisi, Ketika Lapor Malah Dilecehkan Verbal oleh Kasatreskrim Boyolali

Achie menjelaskan, pelaku mengiming-imingi korban akan memberikan uang jajan setiap harinya dan main game online. Pelaku kemudian memberikan handpone kepada korban dan mengajaknya bermain game online.

“Saat bermain game online itu, pelaku kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Pelaku pun sudah berulang kali melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Apalagi ini korban memang kondisinya sedikit agak terguncang berdasarkan hasil psikologinya,” jelasnya.

Achie mengatakan, tim dari DP3A dan UPTD PPA melakukan pendampingan kepada korban dan keluarganya.

Termasuk di dalamnya adalah pendampingan ke Polrestabes Makassar untuk melakukan pelaporan dan pendampingan selama masa penyelidikan dan kelanjutan dari kasus tersebut.

“Jadi untuk intervensi kepada psikologinya, sudah dilakukan oleh tim DP3A dan UPTD PPA. Besok kami jadwalkan untuk kelanjutan lagi tim psikologinya dan yang untuk pemeriksaan di polisi sudah dilakukan kemarin. Mungkin akan berlanjut. Tapi tim kami akan selalu mendampingi anak tersebut,” kata dia.

Achie mengungkapkan, perlakuan kekerasan seksual yang dialami korban sudah sekitar dua minggu. Dengan kejadian ini, tentu akan meninggalkan trauma-trauma bagi korban.

“Makanya kami juga akan terus dilakukan pendampingan korban dan keluarganya. Kami bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Balai Rehabilitasi Anak Toddopuli untuk melakukan intervensi kepada keluarga dan sekolahnya, sehingga hal-hal yang arahnya negatif tetap kami bantu,” ujar dia.