“Jujur, momen itu sungguh di luar naluri saya sebagai perwira Polri. Harusnya yang menyampaikan itu ya tingkat yang lebih tinggi. Minimal jenderallah,” kata Dicky.
“Kalau di sana ada Dandim, Pangdam, atau Panglima TNI, harusnya mereka yang mengumumkan. Tetapi, situasi saat itu ya mengharuskan saya begitu,” lanjutnya.
Dicky mengaku, kala itu dirinya tak percaya menjadi orang pertama yang mengumumkan kepergian Pak Harto.
“Setelah mengumumkan pertama kali Pak Harto ke wartawan, saya sempat enggak percaya. Apa enggak salah ini saya ngomong begini? Tetapi, sekarang saya menganggap bahwa sepertinya saat itu memang sudah diatur Tuhan Yang Maha Esa,” kata Dicky.
“Momen itu saya anggap menjadi bagian perjalanan hidup saya sebagai perwira polisi,” pungkas dia.
editor : NMD
sumber : kompas.com







