Kepala Dinas Sosial Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yakni Wiyono pun membenarkan sebanyak 12 anak itu ditemukan menjadi pengemis dengan rentan usia 4 sampai 17 tahun.
“Kebetulan anaknya yang berusia 17 tahun sudah berkeluarga dan punya anak 1 sedang hamil pula,” imbuhnya.
Wiyono pun mengatakan jika setiap hari mereka mengemis. Menurut keterangan, anak-anak yang mengemis tersebut dalam sehari mendapat penghasilan berkisar Rp200.000 hingga Rp500.000 per orang.
BACA JUGA:
Genjot Vaksinasi Lansia, Bupati Kotim Halikinnor Perintahkan Petugas Door to Door ke Rumah Warga
Ketua DPRD Kotim Kalteng Rinie mengharapkan Dinas Sosial dan Satpol PP menangani serius masalah jaringan pengemis terorganisasi tersebut.
“Keberadaan pengemis sudah sering dikeluhkan masyarakat, apalagi terbukti mereka terorganisasi dan mengeksploitasi anak di bawah umur, tentu harus disikapi serius,” kata Rinie kepada wartawan di Sampit, sebagaimana dilansir antaranews.com, Senin (31//1/2022).
Menurut dia, diperlukan sinergi yagn baik antara seluruh pemangku kepentingan terkait seperti Dinas Sosial, Satpol PP dan lain.
“Tujuannya agar penanganan tuntas dan tak ada lagi gelandangan dan pengemis di Kota Sampit,” ujarnya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : elpian







