Selain media sosial, banyaknya anak yang tidak lulus screening kesehatan juga menjadi faktor penyebab tidak tercapainya target.
“Sebelum divaksin, kami form screening dulu anak-anaknya. Kalau sehat, lanjut vaksin. Kalau tidak, terpaksa ditunda. Kebanyakan anak-anaknya mengalami batuk pilek, sedangkan sebelum divaksin itu satu minggu anaknya harus dalam keadaan sehat,” katanya.
BACA JUGA:
BESOK Vaksinasi Booster Dimulai, Ini Daftar Harga dan Efek Samping Vaksin Covid-19 Dosis 3
BACA JUGA:
Beredar Video Vaksinasi Anak 6-11 Sebagai Kelinci Percobaan, Satgas Covid-19 Pun Angkat Bicara
Salah satu dokter yang bertugas di Pukesmas Bati-Bati, Dr Hj Endah Ressia Dewi, mengatakan bahwa anak-anak memang lebih kuat terhadap virus Covid-19. Walau demikian, anak bisa menjadi media penengah dalam penularannya.
“Misalnya di rumahnya ada neneknya, ada bayi, mereka tertular, mereka yang lebih lemah bisa bergejala berat. Itulah sebabnya vaksin pada anak sangat penting,” ujarnya. (*)
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







