Dua pekan minyak goreng murah, di pasaran sulit didapat
Misnati mengaku selama ini sulit sekali mendapatkan minyak goreng murah.
Padahal program minyak goreng murah seperti minyak goreng satu harga yang ditetapkan pemerintah seharga Rp 14.000 per liter, sudah berjalan 2 pekan.
“Kemarin katanya di Alfamart dan Indomaret ada, tapi pas dicek kosong makanya pas liat ini memang langsung ke sini,” kata Misnati.
Hal serupa juga dirasakan oleh Wiwi, pedagang kerupuk. Wiwi mengaku dirinya sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB pagi.
“Tahu informasi ini pas ke sini aja mau belanja. Liat orang ngantre beli minyak goreng murah yah langsung beli lah,” kata Wiwi.
Wiwi mengaku selama ini dirinya cukup sulit mendapatkan minyak goreng. Padahal dirinya harus menggoreng kerupuk untuk dijual.
Wiwi berencana akan membeli minyak goreng sebanyak 10 jerigen.
“Makanya besar harapan saya minyak goreng murah ini stoknya banyak, biar saya bisa goreng kerupuk lagi. Kalau kemarin minyak yang dipakai dicampur-campur gitu biar bisa goreng kerupuk, kalau sekarang pakai ini saja,” ungkap Wiwi.
Produsen minyak goreng pilih distribusi langsung
Sementara itu, Regional Sales Manager Apical Yosua Kurniawan mengatakan, distribusi minyak goreng ini dilakukan dengan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan agar semua masyarakat bisa kebagian minyak goreng murah.
“Selama ini masyarakat kesulitan dapat minyak itu yang bakal kita bakal bantu terus. Kalau hari ini kita subsidi 5.000 liter, di Kramat Jati tambah 3.000 liter,” kata Yosua.







