PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Petani di sejumlah desa di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah lama resah.
Keresahan petani ini bukan karena cuaca yang sulit ditebak, melainkan hama babi yang jumlahnya semakin banyak.
“Terutama di Desa Riamadungan dan Salaman hama babi sangat banyak,” sebut Sekretaris Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Tala Suratno, Kamis (3/2/2022).
# Baca Juga :Pengakuan Warga di Kurau Tanahlaut Ketika Banjir Rob Merendam Jalanan dan Sejumlah Rumah
# Baca Juga :Rampung di Akhir 2021, Tanahlaut Kini Miliki Tempat Rekreasi Baru Taman Pasar Lawas
# Baca Juga :Vaksinasi Anak di Tanahlaut Belum Capai Target, Komisi IV Sarankan Kampanye Positif untuk Perangi Hoax
# Baca Juga :Sempat Stagnan, Komisi II DPRD Kalsel Dorong Percepatan Proyek Pembangunan Kawasan Industri Jorong Tanahlaut
Sekadar diketahui kedua desa bertetangga tersebut memang terletak dekat hutan dan berada di kaki pegunungan.
Alam liar masih menyelubungi sehingga populasi babi juga masih cukup banyak.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Jorong yang masih banyak hama babi, sebut Suratno, seperti di Desa Simpangempat Sungaibaru dan di Desa Asamasam.
Dikatakannya, kalangan petani di empat desa tersebut kerap mengeluhkan gangguan hama babi.
“Sering menyebabkan gagal panen,” papar Suratno yang juga pensiunan polisi hutan (polhut) senior ini.
Selain merusak tanaman petani, lanjutnya, hama babi juga sering merusak tanaman perkebunan di sejumlah lahan kebun perusahaan besar swasta di Kintap, seperti di Indoraya, Smart, GMK, dan KJW.
“Baik petani maupun pihak perusahaan sama-sama mengeluhkan gangguan hama babi itu. Karenanya kemarin kami turun melakukan perburuan,” tandas Suratno.
Selama tiga hari yang berakhir Minggu kemarin, sekitar 200 orang sniper dari Perbakin dari sejumlah daerah di Kalsel turun ke Kecamatan Kintap berburu hama babi.









