KALIMANTANLIVE.COM – Gara-gara memiliki panyudara ukuran besar, seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak lolos seleksi karena fisiknya yang dinilai tidak sesuai.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjelaskan, beberapa instansi memang mensyaratkan kebugaran jasmani sebagai poin penting dalam seleksi CPNS.
Contohnya yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Keamanan Laut (Bakamla).
# Baca Juga :Pemerintah Hanya Rekrut PPPK Tahun Ini, Lowongan CPNS 2022 Malah Ditiadakan
# Baca Juga :Hanya Dua dari 165 Peserta yang Tak Hadir Diizinkan Tes CPNS Susulan di Tanah Laut
# Baca Juga :Beberapa Peserta Seleksi CPNS di Tanahlaut Tak Hadir, Ada Tes Susulan? Ini Penjelasannya
# Baca Juga :Raup Rp 9,7 Miliar, Putri Nia Daniaty Dipolisikan, Dugaan Penipuan CPNS dengan 225 Orang Korban
“Ketiga instansi tersebut mensyaratkan kebugaran jasmani, termasuk postur tubuh. Hal ini dikarenakan,instansi-instansi ini akan melaksanakan pelatihan dasar yang membutuhkan kebugaran jasmani, termasuk postur tubuh yang mendukung,” kata Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama BKN, Satya Pratama saat dihubungi, Rabu (2/2).
Pratama mengatakan, di Kemenhan ada pelatihan dasar dan program bela negara.
Sementara, di Kemenkumham untuk Petugas Lapas ada pelatihan kesamaptaan, dan di Bakamla ada pelatihan dasar militer yang dilaksanakan bekerja sama dengan TNI AL.
“Semuanya dilakukan agar PNS yang direkrut mendapatkan kompetensi dasar untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang melekat di instansi masing-masing,” jelasnya.
Peserta CPNS bernama Dwiki Andoyo menjadi sorotan publik setelah menceritakan kisahnya gagal lolos CPNS karena masalah fisik. Cerita Dwiki kemudian viral di media sosial Twitter.
Dari tangkapan layar yang ia unggah, diketahui bahwa ia berhasil mencapai nilai tertinggi dalam tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dilaksanakan salah satu kementerian.







