MISTERI Kutukan Permata Biru Arab Saudi serta Rentetan Pembunuhan Pejabat & Pengusaha Saudi di Thailand

Permata-permata Dipalsukan Pejabat Thailand

Rencananya Kriangkrai menyogok bea cukai untuk mendapatkan barang curiannya berhasil, namun dia tak bisa berkelit lama dari hukum. Kriangkrai ditangkap di rumahnya pada Januari 1990, setelah polisi Thailand diberitahu oleh rekan-rekan mereka di Saudi.

Permata dan perhiasan – beberapa diantaranya dia simpan, beberapa di antaranya dia jual – diambil segera setelah itu. Tetapi beberapa saat pengambilan dan kepulangan benda berharga itu ke Riyadh, kejahatan lain terjadi.

Pejabat Saudi mengatakan sekitar 80 persen hilang, dan banyak dari yang dikembalikan itu palsu. Hilangnya satu perhiasan secara khusus yang menyebabkan kekhawatiran adalah berlian biru 50 karat yang langka seukuran telur.

Hanya sekitar 1 dari 10.000 berlian yang memiliki warna permukaan yang berbeda, menurut Alan Hart, CEO Gemmological Association of Great Britain. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang berwarna biru, mengonfirmasi labelnya sebagai perhoasan paling langka dan paling berharga di dunia.

Warnanya yang berbeda berasal dari jejak samar boron di dalamnya, sebuah elemen yang ada saat berlian terbentuk hingga 600 km (370 mil) di bawah permukaan bumi.

Banyak berlian biru yang beredar saat ini berasal dari satu sumber – tambang Cullinan dekat Pretoria di Afrika Selatan. Tetapi kisah asal usul berlian biru Arab Saudi tidak jelas dan tidak ada foto yang diketahui keberadaannya.

Kriangkrai Techamong (pojok kanan), pria Thailand di balik pencurian permata biru Arab Saudi yang langka dan sejumlah perhiasan dari istana seorang pangeran Saudi pada 1989.(CHOWKIDARKIM via TWITTER)

Penyelidikan dan pertumpahan darah

Sementara itu, beredar foto-foto istri seorang pejabat senior Thailand yang mengenakan kalung dengan kemiripan yang luar biasa dengan salah satu barang yang hilang.

Arab Saudi mengutuk hilangnya permata pangeran, dan berlian biru Arab Saudi pada khususnya. Alih-alih menghentikan tuntutan dengan pemenjaraan Kriangkrai, penyelidikan berlanjut dengan pertumpahan darah.

Dua pejabat dari bagian visa kedutaan Arab Saudi di Bangkok, diserang oleh orang-orang bersenjata saat berkendara di ibukota Thailand, pada awal Februari 1990. Keduanya tewas.