“Jadi kita juga sudah mengeluarkan SE, terkait opsi apabila orangtua siswa ingin PJJ. Dan memang sebagian besar orangtua ingin anaknya tetap melaksanakan PTM,” katanya.
Meskipun demikian, Totok menerangkan pihaknya segera melakukan evaluasi dan koordinasi, seiring dengan terbitnya SE terbaru dari Mendikbud.
“Akan kita pelajari SE dari Mendikbud ini, dan segera dirapatkan lagi. Tapi tentu itu akan jadi acuan, dan kita koordinasikan juga dengan sekolah-sekolah karena ini juga menyangkut kesiapan sekolah,” jelasnya.
Sementara itu salah satu orangtua siswa di SDN Sungai Andai 3, Sukarli mengatakan tak masalah apabila nantinya PTM di Banjarmasin hanya diterapkan 50 persen.
Meskipun menurutnya anaknya lebih cenderung menyukai PTM, karena bisa berinteraksi secara langsung dengan teman-teman di sekolahnya.
“Tidak masalah kalau memang pemerintah menerapkan PTM 50 persen, kita akan mengikuti saja aturan pemerintah,” pungkasnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







