Mencari Kebenaran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mencoba memverifikasi kebenaran video yang diklaim sebagai erupsi Anak Krakatau pada Jumat (4/2/2022) menggunakan teknik penelusuran digital.
Dengan menggunakan tools InVID, Tim Cek Fakta Kompas.com memecah video yang dibagikan di Facebook itu menjadi beberapa keyframe.
Lalu, Tim Cek Fakta melakukan reverse image search pada salah satu keyframe menggunakan mesin pencari Yandex.
Hasilnya, ditemukan video serupa yang diunggah di YouTube pada 4 Januari 2019.
Ternyata Erupsi tahun 2019
Hasil penelusuran keyframe menggunakan Yandex juga menampilkan berita erupsi Anak Krakatau pada 2019 yang dipublikasikan oleh Okezone.com.
Berikut kutipan berita Okezone.com, 3 Januari 2019:
Video meletus Gunung Anak Krakatau direkam oleh KRI Rigel TNI AL, sore tadi, Kamis (3/1/2019). Pancaran lava dan abu vulkanik membumbung tinggi dari letusan itu, terlihat bagaimana air laut di sekitar gunung berubah menjadi cokelat.
Dari video tersebut, diceritakan bahwa Gunung Anak Krakatau meletus kembali sekira pukul 16.30 WIB. Letusan ini jadi letusan besar kedua setelah pagi tadi sekira pukul pukul 10.17 WIB Gunung Anak Krakatau juga menyemburkan abu vulkanik setinggi 2 kilometer di atas puncak kawah.
“Allahu akbar meletus lagi, semua masuk ke dalam (kapal),” ujar salah satu prajurit di video tersebut, Mayor Laut (P) Tomi.
Dalam video tersebut terdengar gemuruh besar dan abu vulkanik yang membumbung tinggi ke atas. Video sekira 2.06 menit tersebut dilaporkan langsung dari KRI Rigel (933) milik TNI Angkatan Laut.







