BARABAI, kalimantanlive.com – Bila selama ini masyarakat Kalsel mengenal kue cincin hanya dengan satu rasa, penjual di Desa Maringgit HST ini berkreasi dengan varian rasa baru, Durian.
Kue zaman dulu (zadul) ini kembali hits sejak lima tahun yang lalu dan menjamur di sepanjang jalan Desa Maringgit dan Muara Rintis Kecamatan Batangalai Utara, HST.
Keberadaan para pedagang ini ditandai dengan deretan tenda payung.
Meski banyak warga menjual kue yang sama, namun mereka tak takut bersaing.
“Rezeki itu Allah yang mengatur. Alhamdulillah masing-masing ada saja yang beli. Buktinya, setiap hari semuanya masih berjualan,” ungkap Nurfia, gadis yang menjualkan kue cincin olahan bibinya dengan merek Mama Jani.
BACA JUGA: Tinjau Proyek DAK di SMKN 2 Pelaihari, Komisi IV DPRD Kalsel Temukan Bangunan Tak Sesuai Spek
Nurfia yang mengaku lulusan SMA ini sudah berjualan kue cincin sejak lima tahun yang lalu.
“Kami malah perintis usaha kue cincin di Desa Maringgit. Sebelumnya, di Desa Muara Rintis terlebih dahulu jadi ‘Kampung Cincin. Sekarang, kampung kami juga jadi sentra pembuat kue cincin,” ungkap Nurfia.
Gadis yang akrab disapa Yaya ini berjualan kue cincin bersama temannya.
Seperti di tempat lainnya, harga per bungkus isi 20 biji, Rp 10.000.
Bagi yang ingin makan di tempat selagi masih panas, bisa mampir dan langsung digorengkan.
Menurut Yaya, banyak pula yang makan di tempat, karena memang lebih enak disantao selagi hangat.
“Lebih krispy,” katanya.
Ada dua varian rasa cincin, yaitu original dan rasa durian.
Bahan yang diguankan sama saja, yaitu tepung beras, gula merah, garam.
Sedangkan rasa durian, menggunakan perisa durian.
Tiap hari, rata-rata Yaya membuat lima liter adonan berbahan tersebut.
Sebelum pandemic covid, sampai 10 liter.
Bahkan jika lebaran lebih banyak lagi.
Adapun kue cincin yang dibikin pengrajin di Maringgit maupun Muara Rintis, bentuknya lebih kecil dengan diameter sekitar 5 sentimeter.
Ini berbeda dengan diameter kue cincin Zadul yang sampai 15 sentimeter.
Namun, dari sisi rasa, sama enaknya.
Mau mencoba? Mampir ke Maringgit, atau Muara Rintis.
Editor: M Khaitami
Sumber: banjarmasinpost.co.id










