PELAIHARI, KALIMANTANLIVE.COM – Hari ini sekitar pukul 08.30 Wita, puluhan orang pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), ngeluruk ke gedung DPRD Tala.
Kedatangan para pemuda ini, untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait aktivitas tembang.
Para pendemo tiba di gedung DPRD Tala di kawasan Jalan A Syairani, Pelaihari pagi.
Mereka sempat berjalan kaki sekitar 50 meter dari lokasi parkir di halaman kantor PDAM Pelaihari.
# Baca Juga :Disdikbud Tanahlaut Sebut Aktivitas PTM Bakal Dibatasi Terkait Meningkatnya Angka Covid-19
# Baca Juga :Pengakuan Warga di Kurau Tanahlaut Ketika Banjir Rob Merendam Jalanan dan Sejumlah Rumah
# Baca Juga :Rampung di Akhir 2021, Tanahlaut Kini Miliki Tempat Rekreasi Baru Taman Pasar Lawas
# Baca Juga :Vaksinasi Anak di Tanahlaut Belum Capai Target, Komisi IV Sarankan Kampanye Positif untuk Perangi Hoax
Sembari membawa sejumlah bendera dan beberapa kertas karton dan spanduk berisi aspirasi, mereka tertib bergerak menuju gedung wakil rakyat. Sementara itu puluhan polisi berjaga-jaga di gedung dewan.
Kedatangan pemuda dan mahasiswa itu disambut Ketua Komisi I Yoga Pinis Suhendra dan anggota Komisi III Dadang Imanuddin.
Pendemo dari Gerakan Pemuda Tanahlaut Menggugat yang terdiri atas delapan organisasi kemahasiswaan dan organisasi masyarakat tersebut kemudian membacakan aspirasinya di teras depan gedung DPRD Tala.
Mereka mengritisi adanya aktivitas pertambangan illegal yang ada di sejumlah tempat di Tala.
Selain tambang ilegal batu bara, mereka juga mengritisi tambang ilegal galian C.
“Tindak tegas aktivitas tambang ilegal itu karena jelas merugikan negara dan menyebabkan kerusakan lingkungan,” ucap Harianor, orator Gerakan Pemuda Tanahlaut Menggugat.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com







