BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Meningkatnya kasus covid-19 di tanah air menjadi perhatian Presdien Joko Widodo saat ini. Ini merupakan fase ketiga pandemi covid-19 dengan varian Omicron yang pada fase kedua pandemi dikenal dengan varian Delta.
Presiden Joko Widodo minta pemerintah harus bertindak cepat agar pandemi fase ketiga ini tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.
Hal itu disampaikan saat Presiden memimpin pertemuan secara virtual dengan agenda Arahan Presiden RI terkait penanganan Covid-19 tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia, pada Senin (7/02/2022).
BACA JUGA:
Bertemu Wali Kota Aditya, Bulog Kalsel Tawarkan Persedian Beras kepada ASN Pemkot Banjarbaru
BACA JUGA:
Kerjasama Puskesmas Liang Anggang dan Babinsa, Layani Vaksinasi Lansia Door to Door
Wali Kota Banjarbaru, H.M. Aditya Mufti Ariffin pada kesempatan itu turut mengundang Forkopimda dan instansi terkait untuk mendengarkan bersama arahan Presiden.
Pertemuan kali ini diadakan untuk percepatan penanganan Covid-19 yang terus bertambah dalam beberapa minggu.
Sebelumnya diketahui bahwa kasus Covid-19 tahun 2021 mulai melandai, dan diawal tahun 2022 ini mulai naik lagi.
Hal ini perlu dievaluasi lagi, apakah penyebabnya karena terdapat virus corona dengan varian jenis baru yang diberi nama Omicron atau karena masyarakatnya abai dalam menaati protokol Kesehatan.
Dalam presentasinya, Jokowi menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan vaksin minimal 70% ditiap daerah harus tercapai dan protokol Kesehatan harus terus dilaksanakan serta dilakukan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas masyarakat.
“Saya memerintahkan kepada Kapolres, Dandim, Danrem, Pangdam serta Kapolda agar Provinsi dan Kabupaten/Kota di bantu dalam hal percepatan vaksinasi karena ini menjadi kunci,” katanya.
Arahan Presiden tersebut langsung ditanggapi serius oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, dengan mengadakan langsung rapat dengan Forkopimda dan Instansi terkait.










