Hal itu menyebabkan sulitnya komunikasi dua arah untuk mengetahui kondisi perkembangan di Desa Wadas.
“Akan tetapi informasi yg kami peroleh di sana masih ada kepolisian, listriknya juga mati, jadi sebenarnya informasi yang di lapangan itu tidak begitu jelas karena alat komunikasi juga di sana sangat dibatasi, sehingga akses informasi di lapangan menjadi sangat terbatas,” papar Julian.
Ia mengungkapkan bahwa penting bagi warga Wadas untuk terus mendapat perhatian publik turut serta mengawasi tindakan aparat kepolisian di Desa Wadas.
BACA JUGA:
VIDEO VIRAL, Luhut Nekat Berteleponan saat Jokowi Berpidato, Ternyata Angkat Telpon Budi Gunadi
“Kami berharap publik membantu mengawasi tindakan-tindakan yang ada di sana karena kita gak tahu ini, benar-benar akses informasi di sana sangat dibatasi sekali,” pungkasnya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan minta rekan-rekannya di Komisi III untuk turun ke Desa Wadas untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
“Saya minta” Komisi III untuk segera Kunspek ke lokasi, utk mengawasi apa yg sebenarnya terjadi,” tulis Hinca di twitter pribadinya @hincapandjaitan, Rabu (9/2/2022).
Hinca menyatakan apa yg terjadi di Wadas hari ini perlu menjadi atensi. “@poldajateng_
perlu sadar bahwa menjadikan SDM Polri yg humanis dlm menangani konflik adalah bagian Program Polri Presisi,” tulisnya.







