Recall Nyaris 500 Ribu Mobil di AS, Ternyata ABS Milik Hyundai dan Kia Berpotensi Terbakar

KALIMANTANLIVE.COM – Hyundai dan Kia melakukan recall yang melibatkan nyaris 500 ribu unit di Amerika Serikat (AS).

Masalah recall ini terkait potensi kebakaran dari modul anti-lock braking system (ABS).

Modul ABS dikatakan bisa korsleting karena ‘kontaminan asing’ dan memicu kebakaran di kompartemen mesin.

# Baca Juga :Hyundai STARIA, MPV Masa Kini yang Tawarkan Kenyamanan First Class, Desain Futuristik & Interior Premium

# Baca Juga :Harga SUV Murah Januari 2022 – dari Honda BR-V hingga Rocky, Cuma XL7 yang Masih Bertahan

# Baca Juga :JELANG MotoGP Mandalika 2022: Honda Luncurkan RC213V, Ini Harapan untuk Marc Marquez & Pol Espargaro

# Baca Juga :Toyota Siap Luncurkan All New Fortuner Terbaru, Diskon Tipe Lama Tembus Rp 8 Juta

Konsumen diimbau memarkirkan mobil yang terlibat masalah ini jauh dari bangunan guna mencegah efek kebakaran bahkan ketika mesin tidak menyala.

Mobil Hyundai yang perlu ditarik sebanyak 357.830 unit, terdiri dari Santa Fe produksi 2016-2018, Santa Fe produksi 2017 – 2018, Santa Fe produksi 2019, dan Tucson 2014-2015.

Sementara Kia memanggil 126.747 unit, meliputi sedan K900 produksi 2016-2018 dan Sportage produksi 2014-2016.

CNN menjelaskan konsumen akan mendapatkan penggantian komponen modul ABS yang baru dari pihak dealer.

Alat ini merupakan otak elektronik yang mengontrol kinerja ABS, fitur keselamatan saat pengereman.

Dealer juga disebut akan mengganti komponen sekering modul ABS yang membuat daya listrik berkurang.

Semua biaya perbaikan ini tidak dipungut biaya sama sekali.

Hyundai adalah induk perusahaan Kia, keduanya menggunakan berbagai macam komponen yang sama pada masing-masing produk.

Kia dalam dokumen yang diunggah National Highway Traffic Safety Administration menjelaskan memahami telah ada tiga unit mobil terbakar terkait masalah ini.

Kia mengatakan pemilik masih bisa mengemudikan mobil yang terlibat recall, namun disarankan tidak parkir dekat bangunan.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia