Setelah Lima Hari Laksanakan PJJ, Siswa SMAN 5 Banjarmasin Kembali Ikuti PTM Terbatas

BANJARMASIN, kalimantanlive.com – Setelah ada salah satu tenaga pendidik yang terpapar covid-19, SMAN 5 Banjarmasin melaksanakan PJJ selama lima hari yang berakhir Selasa (8/2/2022).

Kini Rabu (9/2/2022) SMAN 5 Banjarmasin kembali melaksanakan PTM Terbatas.

Dijelaskan Kepala SMA Negeri 5 Banjarmasin, Mukhlis Takwin, bahwa PJJ tersebut mereka lakukan karena adanya satu tenaga pendidik yang positif covid-19.

“Kemarin dilakukan tes acak beberapa guru dan siswa, hasilnya satu guru positif sementara siswa hasilnya negatif semua,” katanya.

Informasi terakhir ujar Mukhlis, guru yang bersangkutan kondisi kesehatannya telah berangsur membaik.

BACA JUGA: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca 33 Kota di Indonesia Hari Ini, Rabu, 9 Februari 2022: Banjarmasin Hujan, Jakarta dan Jayapura Cerah

Meski demikian, guru yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk masuk ke sekolah, hingga 14 hari ke depan.

“Nanti di cek dulu, kalau sudah benar-benar negatif baru diizinkan ke sekolah. Paling tidak 14 hari di rumah,” terang Mukhlis.

Agar tidak sampai terulang melaksanakan PJJ, Muklis mengaku sudah mengintruksikan kepada semua guru, memantau kondisi kesehatan siswanya.

“Sudah kami intruksikan kepada guru, untuk meminta siswa tidak ke sekolah apabila mengalami gangguan kesehatan,” jelasnya.

BACA JUGA: Loki Santoso, Warga Tabalong Sulap Limbah Menjadi Kerajinan yang Hasilkan Pundi-pundi Rupiah

Dalam melaksanakan PTM terbatas, SMA Negeri 5 Banjarmasin menerapkan sistem shift pada jadwal pelajaran.

Dimulai dari pagi pukul 08.00 sampai 11.00 wita, kemudian disambung sesi kedua, dari pukul 13.00 sampai 15.00 wita.

“Karena tebatas satu kelas hanya diisi oleh 50 persen, sehingga siswa yang belajar di sekolah harus bergantian,” ujarnya.

Editor: M Khaitami
Sumber: Banjarmasinpost.co.id