Soal Jumlah TKA China, dari Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Tukang Las Rel, Ini Kata Pemerintah

TKA China mendominasi

Dalam kesempatan tersebut, Suhartono turut memaparkan dominasi jumlah tenaga kerja berdasarkan asal negaranya.

Menurut data, TKA asal China masih mendominasi dibandingkan TKA dari negara lain.

Sepanjang 2021, setidaknya ada 37.711 TKA asal China.

“Kemudian Jepang dan Korea Selatan,” kata dia.

Para pekerja asing asal Jepang tercatat ada 9.870 orang pada 2021. Kemudian, Korea Selatan di posisi tiga dengan jumlah pekerja asingnya mencapai 9.302 orang di tahun yang sama.

Menurut Suhartono, para pekerja asing yang ada di Indonesia memang masih didominasi oleh negara-negara Asia.

Tak hanya China, Jepang dan Korea Selatan, Suhartono menyebut, India berada di posisi keempat pekerja asing terbanyak di Indonesia. Jumlah pekerja asing asal India mencapai 5.765 orang pada 2021.

Tukang las rel asal China

Sementara itu, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Pungky Sumadi menjelaskan, kebanyakan TKA asal China yang masuk ke Indonesia bekerja di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Para pekerja itu disebut melakukan berbagai tugas pada proyek strategis nasional yang menelan anggaran Rp 113,1 triliun tersebut, salah satunya sebagai tukang las.

“Itu awalnya agak membingungkan pada saat kami melihat, misalnya tukang las untuk rel itu ternyata masih harus dari Tiongkok kita datangkan,” kata Pungky dalam rapat.

Meski demikian, ia kemudian mendapat penjelasan soal mengapa harus TKA asal China yang harus mengerjakan pengelasan tersebut. Hal itu, menurutnya, tak lepas dari kualitas pembuatan rel yang sangat tinggi.

“Tingkat kepadatan maupun campuran besinya dan itu belum mampu diproduksi oleh Krakatau Steel, misalnya,” tutur Pungky.