Butuh keahlian tinggi
Karena kondisi itulah, sehingga perlu mendatangkann operator las dari China karena teknik dan alat yang mereka gunakan berbeda.
Selain itu, besi untuk rel kereta cepat juga disebut memiliki kualitas yang berbeda dari yang tersedia di dalam negeri.
“Untuk itu membutuhkan teknik pengelasan dan alat-alat yang berkualitas tinggi yang memang belum kita miliki,” klaim Pungky.
Hal ini senada dengan paparan Suhartono pada penjelasan sebelumnya berkaitan dengan jumlah TKA yang menduduki posisi profesional.
Disebutkan, ada lebih dari 40.000 orang pekerja asing dengan level jabatan profesional di Indonesia selama periode 2019-2021.
Suhartono mengatakan, pekerja asing ini merupakan mereka yang bekerja sebagai teknisi. Mereka bertugas dalam pemasangan alat-alat berat dan dibutuhkan profesionalitas bahasa asing.
“Karena ini berkaitan dengan masalah untuk bahasa, petunjuknya (petunjuk alat) dari negara asal mereka,” klaim Suhartono.
editor : NMD
sumber : kompas.com







