Apa Pentingnya Proyek Bendungan Bener hingga Ribuan Polisi Turun dan Desa Wadas Ricuh?

KALIMANTANLIVE.COM – Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah ricuh, sebanyak 64 orang ditangkap polisi karena dituduh melakukan anarkis menggunakan senjata tajam.

Saat ini sebanyak 64 warga Desa Wadas dibebaskan usai ditangkap polisi pada Selasa (8/2/2022).

Polisi menuding warga tersebut membawa senjata tajam serta diduga akan melakukan tindakan anarkistis saat pengukuran tanah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Wadas.

# Baca Juga :LBH Yogya Sebut 64 Warga Desa Wadas Ditahan, Hinca Pandjaitan Minta Komisi III DPR RI Kunspeks ke Lokasi

# Baca Juga :Buntut Polisi Kepung Desa Wadas dan Tangkap Puluhan Warga, Tagar #WadasMelawan Trending di Twitter

# Baca Juga :Polisi Kepung Desa Wadas Purworejo, Puluhan Orang Ditangkap, YLBHI Sebut Jaringan Internet Down

# Baca Juga :Loki Santoso, Warga Tabalong Sulap Limbah Menjadi Kerajinan yang Hasilkan Pundi-pundi Rupiah

Adapun BPN datang ke Wadas untuk mengukur lahan yang akan dijadikan tambang andesit guna pembangunan Bendungan Bener di Purworejo.

Pengukuran lahan mendapatkan penolakan dari warga hingga terjadi kericuhan.

Lalu, apa pentingnya Bendungan Bener yang harus mengambil batuan andesit dari Desa Wadas?

Bendungan Bener yang berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu Proyek Strategis nasional (PSN).

Dikutip dari laman Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Rabu (9/2/2022), nama Waduk Bener atau Bendungan Bener diambil dari lokasinya yang berada di Kecamatan Bener.

Bendungan ini direncanakan akan mengairi lahan sawah seluas 15.069 hektare.

Hal ini sesuai dengan program pemerintah untuk memperbanyak waduk guna mendukung proyek ketahanan pangan.

Area pembangunan proyek Bendungan Bener di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022).

Area pembangunan proyek Bendungan Bener di wilayah Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (8/2/2022).(Dok Humas Polda Jateng)

Dengan keberadaan Bendungan Bener, diharapkan dapat mengurangi debit banjir sebesar 210 meter kubik per detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 meter kubik per detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6 MW.

Selain itu, bendungan ini akan memasok sebagaian besar kebutuhan air ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Sumber air Bendungan Bener berasal dari Sungai Bogowonto, salah satu sungai besar di Jateng.

Proyek ini berada sejauh sekitar 8,5 kilometer dari pusat Kota Purworejo.

Bendungan Bener merupakan proyek yang didanai langsung APBN lewat Kementerian PUPR.

Pemilik proyek ini adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang berada di bawah Ditjen Sumber Daya Air PUPR.

Proyek Waduk Bener digarap secara keroyokan oleh tiga BUMN karya, yakni PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.