JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Akibat tak dilayani gubernur saat blusukan ke daerah, Ketua DPR RI Puan kesal dan marah karena merasa tak dihargai.
Bahkan saat berpidato Puan sampai mengeluarkan kata-kata yang bernada keras bahwa semua kader PDIP harus tahu siapa pemilik partai dan siapa yang hanya numpang ngekos.
Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno berpendapat, curhatan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) itu tertuju untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
# Baca Juga :Pemerkosaan Anak Kabur dari Kantor Polisi, Kapolda Maluku Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim
# Baca Juga :Gadai Motor ke Kenalan di Banjarmasin, Yamaha AEROX Milik Wanita Ini Malah Berpindah-pindah Tangan
# Baca Juga :Sungai Astambul Meluap Setelah Diguyur Hujan Lebat, Jalan Desa Jatibaru Kabupaten Banjar Terendam
# Baca Juga :Realme Segera Luncurkan Seri 9 Pro di Indonesia Bulan Ini, Unggulkan Fitur Kamera
“Publik menduga-duga pernyataan Puan ditujukan ke Gubernur Jateng karena saat peresmian pasar di Solo, Ganjar ke Jakarta bertemu presiden rapat tentang covid,” kata Adi saat dihubungi Tribun, Jumat (11/2/2022).
“Karena belum ada kejadian di tempat lain, di mana Puan datang kepala daerahnya tak nyambut kecuali di Jateng,” lanjutnya.
Di sisi lain, Adi melihat Puan ingin menunjukkan sebagai orang penting di PDIP dan Ketua DPR, terutama kepada kader PDIP.
Dengan begitu, semua kader PDIP seharusnya bangga memiliki tokoh seperti Puan Maharani.
“Apapun judulnya, posisi Puan saat ini, terutama sebagai Ketua DPR, mestinya menjadi kebanggaan setiap kader yang didapat dengan susah payah,” ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.
“Puan ingin kader di bawah mesti menyambutnya dengan meriah,” imbuh Adi.
Selain itu, Adi Prayitno menilai Puan terlihat tak bisa menahan amarahnya dengan kader kepala daerah yang tak kompak menyambut kehadirannya.
Apalagi bahasa yang digunakan Puan cukup keras.
“Jarang, bahkan ini yang pertama kalinya, Puan mengeluarkan pernyataan yang sangat keras dan menjurus. Puan ingin menegaskan bahwa semua kader PDIP harus tahu siapa pemilik partai dan siapa yang hanya numpang ngekos,” pungkas Adi.
Ungkapan kekecewaan disampikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Puan Maharani.







