RANTAU, KALIMANTANLIVE.COM – Kemacetan panjang sering terjadi di jalan nasional Kalimantan Selatan, khususnya arah Hulu Sungai ke Kota Banjarmasin dan sebaliknya.
Akibatnya, masyarakat yang menjadi pengguna jalan Nasional atau Trans-Kalimantan mengeluhkan kondisi itu.
Usut punya usut, ternyata penyebab kemacetan itu karena kondisi jalan rusak yaitu lubang cukup besar yang ada tepat di tengah jalan.
Pantauan, Sabtu (12/2/2022), terjadi kemacetan panjang akibat jalan rusak parah tersebur.
# Baca Juga :Sidak Harga Minyak Goreng di Pasar Keraton, Forkopimda Tapin Temukan Harga Hingga Rp20.000 per Liter
# Baca Juga :Tabrak Motor Pengangkut Sayur Parkir di Pinggir Jalan, Pengendara di Tapin Ini Meregang Nyawa
# Baca Juga :Sidang Praperadilan Penutupan Jalan Hauling Km 101 Tapin, Saksi Ahli : Selesai Olah TKP Garis Polisi Harus Dilepas
# Baca Juga :Polda Kalsel Belum Buka Garis Polisi Jalan Hauling Km 101 Tapin Meski Ada Surat Kementerian ESDM, Ini Alasannya
Jalan yang berlubang hingga menyebabkan macet panjang tepat berada di Jalan Ahmad Yani KM 90 Sampai KM 92, Pulau Pinang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin.
Seorang pengguna jalan, Ahmad mengatakan rusaknya jalan telah menyebabkan macet yang panjang dan rawan kecelakaan.
“Bolong di badan jalan tersebut kurang lebih ukuran satu sampai dua meter dengan kedalaman 20-30 centimeter atau hampir setengah badan jalan sebelah kanan dari arah Binuang menuju Kota Rantau,” jelasnya.
“Kita tidak tahu mau melapor ke mana, jalan sudah semakin parah, apalagi bila malam dan hujan,” jelasnya.
Ahmad berharap ada perhatian pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah atau yang memiliki wewenang untuk perbaikan sementara karena statusnya sangat parah.
“Minimal ada perbaikan sementara, untuk menghindari kerusakan yang lebih besar,” harapnya.
editor : NMD
sumber : banjarmasin.tribunnews.com










