Penumpang Lihat Ular Merayap di Pesawat, Maskapai Malaysia Terpaksa Mendarat Darurat

KALIMANTANLIVE.COM – Sekor ular terlihat merayap di kompartemen atas pesawat Maskapai Malaysia dalam penerbangan domestik dari ibu kota Malaysia Kuala Lumpur ke Tawau, Sabah,

Penumpang yang melihat ular itu langsung merekam dan mempostingnya di media sosial TikTok.

Sementara akibat insiden itu, memaksa pesawat mendarat darurat di lokasi terdekat.

# Baca Juga :Mau Buang Air, Seorang Ibu di Jambi Dililit Ular Piton Sebesar Tiang Listrik, Warga: Korban Mau Ditelan

# Baca Juga :Penularan Covid-19 Melandai, Spanyol Hapus Kewajiban Pakai Masker di Luar Ruangan Mulai 10 Februari

# Baca Juga :Varian Omicron yang Mudah Menular Mencapai Puncaknya, Kasus kematian akibat Covid-19 di Australia Meningkat

# Baca Juga :Tanda-tanda Covid-19 Mereda, Angka Penularan di Tianjin China Berkurang

Maskapai mengonfirmasi, dalam sebuah pernyataan kepada outlet media lokal adanya “sebuah insiden” di dalam pesawat.

Penumpang juga mengunggah video yang menunjukkan siluet ular bergerak perlahan di kompartemen bagasi pesawat tersebut di Tik Tok.

“AirAsia mengetahui adanya insiden dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Tawau pada Kamis (10/2/2022),” kata Chief Safety Officer AirAsia Liong Tien Ling kepada Malay Mail.

“Begitu kapten sadar, dia membuat keputusan untuk mengalihkan pesawat ke Kuching sebagai tindakan pencegahan dan untuk mengasapi pesawat.

“Ini adalah insiden yang sangat langka yang dapat terjadi di pesawat mana pun dari waktu ke waktu,” tambahnya seperti dilansir Newsweek.

Seorang juru bicara maskapai mengatakan kepada Free Malaysia Today bahwa penumpang dialihkan ke Kuching, Sarawak—sekitar 1.500 kilometer (900 mil) dari tujuan awal pesawat.

Staf maskapai masih mencari reptil itu ketika pesawat mendarat di Kuching, menurut outlet berita.

Semua penumpang yang terkena dampak kemudian berangkat dari Kuching ke Tawau pada Kamis (10/2/2022), Channel News Asia melaporkan.

Liong mengatakan kapten “mengambil tindakan yang tepat” dalam memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan awak.

“Tidak ada risiko keselamatan tamu atau kru,” tambahnya.

Newsweek telah menghubungi AirAsia untuk memberikan komentar tambahan.