KETAPANG, KALIMANTANLIVE.COM – Banjir yang merendam dengan ketinggian antara 15 hingga 120 sentimeter (cm) melandan Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (12/2/2022) dini hari dan sebanyak 16.811 warga terdampak.
Banjir yang merendam enam desa tersebut dilaporkan terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
# Baca Juga :Kapolres AKBP Prasetiyo Evakuasi Bayi Berumur 6 Hari dari Lokasi Banjir di Singkawang, Bagini Kondisi Ibu Bayi
# Baca Juga :HUJAN Deras 3 Kecamatan di Kapuas Hulu Kalbar Terandam Banjir, Akses Jalan Utama Putus
# Baca Juga :Pengakuan Warga di Kurau Tanahlaut Ketika Banjir Rob Merendam Jalanan dan Sejumlah Rumah
# Baca Juga :Hampir Empat Jam Kurau Tanah Laut Terendam Setelah Sungai Meluap karena Banjir Rob, Warga Sudah Terbiasa
“Desa yang terdampak adalah Desa Balai Pinang, Desa Kualan Hilir, Desa Kualan Tengah, Desa Semandang Kiri, Desa Semandang Hulu, dan Desa Botuh Bosi,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (13/2).
BPBD Kabupaten Ketapang mencatat kurang lebih 2.228 unit rumah terdampak. Selain itu, sebanyak 1 unit fasilitas pendidikan dan 12 unit fasilitas umum ikut terendam.
Tidak ada laporan warga mengungsi akibat kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Ketapang telah berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI/Polri, dan relawan setempat untuk melakukan kaji cepat dan pendataan kemungkinan wilayah terdampak lainnya.
Muhari menyebut banjir mulai berangsur surut. BPBD setempat masih terus melakukan monitoring cuaca serta mengimbau masyarakat untuk waspada apabila ada potensi banjir susulan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca di wilayah Kalbar hingga Kamis (17/2) berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.
Muhari pun mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan tahun 2022.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia










