JEMBER, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 11 orang menjadi korban tewas ritual maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, Minggu (13/2/2022).
Salah seorang korban tewas adalah Bripda Febriyan Duwi, seorang bintara polri
Bripda Febriyan Duwi tercatat sebagai anggota Polsek Pujer, Bondowoso berpangkat bintara.
# Baca Juga :RITUAL Maut di Pantai Payangan Jember, 11 Tewas Disapu Ombak, Guru Spiritualnya Malah Selamat
# Baca Juga :Hari Ini Dibuka, Berikut Cara Daftar SNMPTN 2022, Pembuatan Akun LTMPT Ditutup Besok 15 Februari
# Baca Juga :Hujan Lebat, Kabupaten Ketapang Kalbar Terendam Banjir, Sebanyak 16.811 Warga Terdampak
# Baca Juga :PNS Perempuan RSUD Murjani Sampit Ditemukan Membusuk di Parit, Keluarga: Korban Hilang Sejak Jumat
Bripda Febriyan Duwi diketahui baru setahun menikah dengan Diana.
Sang istri, Diana, tak tahu persis aktivitas suaminya itu.
Sebab, selama ini dia dan suami jarang tinggal satu rumah.
Febri dinas di Bondowoso, sedangkan Diana kerja di Probolinggo.
Dengan mata berkaca-kaca dan meneteskan air mata, Diana duduk di depan meja petugas TIM Disaster Victim Investigation (DVI).
Ibu mertuanya, mencoba menenangkan wanita ini.
Diana sempat mengatakan bahwa sebelum pergi, Febriyan sempat pamit kepada dirinya untuk pergi ke Pantai Payangan.
Febri mengirim ucapan pamit kepada Diana dalam obrolan telepon.
“Bilangnya cuma mau pergi ke pantai. Tidak bilang kalau ada ritual,” kata Diana.
Sebelumnya, pada Minggu (13/2/2022) dini hari, terjadi peristiwa kecelakaan pantai di Pantai Payangan, Sumberejo, Ambulu, Jember.
Sebanyak 24 orang menjadi korban, 11 di antaranya meninggal dunia setelah terseret ombak.
Mereka berasal dari kelompok pengkajian Tunggal Jati Nusantara, Jember ini melakukan ritual.
Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, seperti Sukorambi, Patrang, Ajung, juga Rambipuji.
Rombongan berangkat dengan dipimpin oleh ketua kelompok itu, Nh (Nurhasan), warga Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi.








