KALIMANTANLIVE.COM – Saat kasus perdagangan dan penculikan marak, kepolisian di kota Xinping, Provinsi Yunnan China menyelamat anak perempuan tiga tahun yang ditemukan di toilet publik.
Kepolisian Xinping mengonfirmasi penyelamatan ini kepada Radio Free Asia, tetapi menolak berkomentar lebih lanjut.
Seorang sumber dari komunitas pelacakan manusia tak resmi menuturkan, anak ini beruntung ditemukan oleh polisi.
# Baca Juga :Dugaan Percobaan Penculikan Anak Terjadi Lagi di Banjarmasin Utara, Polisi: Pelaku Diamankan dan Masih Diperiksa
# Baca Juga :Percobaan Penculikan Pelajar SD di Banjarmasin Jadi Perhatian Disdik Banjarmasin, Totok Sebut Hal Ini
# Baca Juga :Gadis di Medan Diculik Sopir Taksi Online, Disekap di Bagasi Mobil, Tergiur iPhone 12 Milik Korban
# Baca Juga :MISTERI Kutukan Permata Biru Arab Saudi serta Rentetan Pembunuhan Pejabat & Pengusaha Saudi di Thailand
Ia juga mendapatkan keuntungan dari keprihatinan masyarakat di tengah hangatnya kasus perempuan yang dirantai oleh suaminya di kota Feng, provinsi Jiangsu.
Sebelumnya, seorang perempuan di wilayah tersebut ditemukan dirantai oleh suaminya di depan luar gedung. Perempuan ini disebut menjadi salah satu korban perdagangan manusia.
Komite mengidentifikasi Yang dengan nama Xiao Meihua dari kuta Fugong, provinsi Yunnan. Yang sempat didiagnosis dan dirawat karena skizofrenia, ia juga disebut merupakan korban perdagangan manusia di negara itu.
Kasus Yang menjadi viral setelah video yang memperlihatkan kondisi hidupnya tersebar di media sosial China.
Komentar warganet atas kasus ini dipenuhi dengan kemarahan pada pemerintah. Pemerintah dinilai lalai karena mengizinkan perempuan yang memiliki penyakit mental dibawa ke provinsi lain dan menikah dengan seorang pria tanpa pemeriksaan identitas ketat.
Banyak orang percaya perdagangan manusia, terutama yang menimpa perempuan, tidak mungkin terjadi tanpa kolusi pemerintah. Ada juga yang menuduh pemerintah bertindak sebagai organisasi kriminal.
Menurut seorang penulis dengan nama pena Jiang Chun di Nanjing, provinsi Jiangsu, kasus tersebut kini menjadi perhatian publik China.







