Polisi China Selamatkan Bocah 3 Tahun Korban Perdagangan Manusia, Warganet Tuduh Pemerintah Terlibat

“Banyak pengguna media sosial ingin kasus ini diselidiki secara menyeluruh, karena tak cukup hanya menyelamatkan Yang,” tutur Jiang, dikutip dari Radio Free Asia.

“Ada pejabat pemerintah juga yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini, mengingat banyak aspek terlibat, termasuk kelahiran berlebih (di era kebijakan satu anak), registrasi pernikahan ilegal (karena kesehatan mental Yang diragukan), dan penipuan,” lanjutnya.

Selain itu, Jiang menuturkan ada masalah di pejabat biro registrasi pernikahan. Menurut Jiang, Yang tak memenuhi syarat untuk menikah karena masalah psikologis yang dideritanya.

Jiang juga menuturkan, ada keanehan lain mengingat fakta Yang melahirkan delapan anak saat pemerintah hanya mengizinkan keluarga memiliki dua anak. Ia menilai masalah ini merupakan tanggung jawab dari biro perencanaan keluarga lokal.

Sebelumnya, komite partai di kota Feng mengatakan Yang menikah dengan Dong di 1998 setelah dibawa oleh ayah Dong, yang menemukan perempuan itu sedang meminta-minta di jalanan. Feng merupakan daerah tempat tinggal Yang saat video kehidupannya menjadi viral.

Namun melihat kemarahan publik atas kasus ini, investigasi dilakukan dan pengumuman dari pemerintah berubah. Dalam pengumuman ini, Yang disebut diculik oleh Sang dan beberapa oknum lain, menyiratkan perempuan itu dijual ke Dong.

Pekan lalu, jurnalis investigasi Deng Fei melaporkan ada ratusan pejabat lokal didaftarkan untuk menyelidiki perdagangan manusia di kota Feng. Langkah ini diambil setelah ada laporan anekdot yang mengatakan wilayah itu dikenal kerap memperdagangkan perempuan.

Sementara itu, seorang warga dengan nama marga Zhang, yang adalah penduduk desa Qinglong, provinsi Sichuan, mengatakan ibunya, Wang Jun, telah hilang dalam beberapa bulan. Namun, kepolisian tak menerima laporan kehilangan ibunya ini.

“Kepolisian tidak mau tahu, mereka tidak mau membuka kasus di kantor polisi,” cerita Zhang.

“Kami pergi ke sana beberapa kali dan bertanya apakah mereka bisa menggunakan sistem pengawasan SkyNet (untuk menemukan Wang Jun), tetapi mereka hanya melihat kamera pengawas di desa Qinglong, dan tidak menemukan apapun.”

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia