Rusia Kepung Ukraina dari Tiga Sisi, Pengamat Ingatkan Ancaman Perang Dunia III

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Konflik Rusia-Ukraina belum juga ada tanda-tanda berakhir. Situasi perbatasan Rusia-Ukraina justru makin memanas menyusul penumpukan ratusan ribu pasukan Rusia dalam sebulan terakhir di sekitar Ukraina.

Rusia diketahui sudah mengepung Ukraina dengan menumpuk pasukan di tiga sisi perbatasan kedua negara.

Pergerakan ini sudah mulai terpantau sejak sekitar satu bulan lalu, ketika Rusia mengerahkan lebih dari 100 ribu tentara di perbatasan negaranya yang terletak di timur Ukraina. Media-media AS memprediksi skenario serangan bila perang Rusia-Ukraina pecah.

Setelah itu, Rusia juga menerjunkan sejumlah pasukan lainnya di Belarus yang berada di utara negara pimpinan Presiden Volodymyr Zelenksy tersebut.

BACA JUGA:
Warga Rusia Ragukan Vaksin, Sebabkan Tingkat Kematian akibat Covid-19 Melonjak, Moskow Lockdown

BACA JUGA:
Alec Baldwin Menangis Ketika Berucap Tak Tarik Pelatuk Pistol, Ini Sosok Sinematografer Halyna Hutchins

BACA JUGA :
Kasus Omicron Merajalela di Amerika Serikat, Kalahkan Varian Delta, Kuasai 73 Persen Kasus Positif Covid-19

Tak hanya itu, Rusia juga mengirimkan tentara ke Crimea, daerah di selatan Ukraina yang mereka caplok pada 2014 lalu.

Dilansir CNNIndonesia, dengan demikian, kini pasukan Rusia sudah berada di utara, timur, dan selatan Ukraina. Dari ketiga sisi itu, salah satu media AS, CNN, memprediksi jalur serangan Rusia.

Pengerahan pasukan besar-besaran Rusia ini terpantau melalui citra satelit perusahaan swasta asal Amerika Serikat, Maxar Technologies. (Maxar Technologies/ Handout via Reuters/ CNNIndonesia)

Makin meningkatnya suhu konflik Rusia-Ukraina menyebabkan AS dan Inggris meminta warganya keluar dari Ukraina.

AS juga telah menutup kedutaannya di Kyiv karena khawatir Rusia akan menyerang Ukraina.

Menyusul AS, Kanada juga menarik pasukannya dari Ukraina karena khawatir Rusia menyerang.

Kementerian Pertahanan Kanada mengumumkan bahwa tentara Kanada yang tergabung dalam Pasukan Gabungan Ukraina (JTF-U) ditarik sementara pada Minggu (13/2/2022).

News Feed