KALIMANTANLIVE.COM – Ritual maut yang digelar di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur banyak menelan korban jiwa pengikut kelompok Tunggal Jati Nusantara.
Bahkan, istri muda dan anak tiri Nur Hasan pimpinan kelompok Tunggal Jati Nusantara masuk dalam daftar korban tewas.
Isri muda Hasan bernama Ida (33) dan anak tirinya bernama Pinkan yang masih berusia 13 tahun ditemukan tewas bersama dengan korban lainnya.
# Baca Juga :RITUAL Maut di Pantai Payangan Jember, 11 Tewas Disapu Ombak, Guru Spiritualnya Malah Selamat
# Baca Juga :Polisi Jadi Korban Ritual Maut di Pantai Payangan, Istri: Bilangnya Mau ke Pantai, Tidak Bilang Ada Ritual
# Baca Juga :WNA Amerika Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 6 Hotel di Bali, Polisi Sebut John Dale Bargyh Bunuh Diri
# Baca Juga :49 Napi Tewas dalam Tragedi Mematikan di Lapas Tangerang, Eks Kalapas: Korban Tak Tahu Jalan Keluar saat Kebakaran
Sementara anak Hasan dan Ida, Nuriya Fifa Kirana adalah anak usia 2 tahun yang berhasil diselamatkan saat ombak besar menggulung para peserta ritual yang sedang meditasi.
Nuriya yang berada jauh dari bibir pantai berhasil digendong oleh salah seorang pengikut Hasan yang selamat.
Diduga kuat, Ida dan Pinka sudah masuk dalam anggota Tunggal Jati Nusantara karena mereka sudah beberapa kali mengikuti ritual yang diadakan Hasann.
Selama ini Ida tinggal bersama anaknya tinggal di dekat Terminal Tawangalun tepatnya di Dusun Gayam, Desa Kaliwining, Kecamatan, Rambipuji, Jember.
Sementara Hasan tinggal bersama istri pertama dan ibunya di Dusun Botosari, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, Jember.







