Anggota DPRD Kalsel dari Dapil VI Tanahbumbu dan Kotabaru juga meminta agar Kampung Tangguh Banua (KTB) di desa atau dusun kembali dihidupkan.
Langkah ini, lanjut Paman Yani, sebagai antisipasi dalam menekan angka penambahan kasus COVID-19 di Kabupaten Tanah Bumbu.
“Mudah-mudahan dari Pemdes dan seluruh warga, saya mesti sampaikan kembalikan Kampung Tangguh Banua (KTB). Jadi, kami menginginkan adanya kembali pemberlakuan ini,” katanya.
BACA JUGA:
Paman Yani Berikan Bantuan Bagi Warga Isoman di Kotabaru, Ingatkan Tetap Waspada Covid-19
Paman Yani menghendaki, supaya kekuatan dalam menangkal penyebaran mutasi virus berjenis Omicron tidak semakin parah.
Maka, Kampung Tangguh Banua (KTB) merupakan aksi nyata dalam pengendalian.

Tujuannya adalah agar dapat lebih mendorong kesadaran masyarakat, melihat adanya kondisi ini bahkan pada tahun 2020 – 2021 kejadian itu sempat tidak mengenakan.
“Makanya ketika sudah kejidian tentu menjadi perhatian serius apalagi kita ketahui bersama rumah sakit saat ini juga banyak menampung pasien anak-anak akibat terpapar COVID-19,” ungkapnya.
Kepala Dusun II RT 03 Desa Batulicin Irigasi, Heriadi, mengungkapkan, meski di wilayahnya berhasil membentuk Kampung Tangguh Banua (KTB) akan tetapi, dalam rangka pengendalian, pemerintah desa (Pemdes) Batulicin Irigasi terus melakukan sosialisasi pencegahan terkait bahaya penularan virus yang bermutasi ini.
“Sebelumnya, kami selaku jajaran Pemdes juga sudah melaksanakan Kampung Tangguh Banua dengan selalu menghimbau warga sekitar untuk mengetatkan prokes agar terhindar dari penyebaran pandemi COVID-19 di desa ini,” ucapnya.







