UPDATE Covid-19 18 Februari: Tambah 63.956, Jumlah Kasus Corona di Indonesia Tembus 5 Juta, Ini Data Beberapa Negara

Wiku mengatakan, hal tersebut terjadi karena kebijakan karantina serta entry dan exit test yang diterapkan di Indonesia bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Sehingga Indonesia berhasil menunda importasi kasus lebih lama dibanding negara lainnya,” ujarnya.

2. Korea Selatan

Selama dua tahun terakhir, Korea Selatan menggunakan strategi T dalam penanganan terkait Covid-19.

Hal ini membuat penggunaan tes laboratorium untuk penelusuran infeksi dan kontak dengan teknologi modern dan perawatan isolasi pasien dilakukan ketat dengan pantauan pemerintah.

Namun karena Omicron menyebar cepat dan mengancam penuhnya sistem kesehatan masyarakat, maka strategi semacam itu dinilai tak lagi ada gunanya.

Dikutip dari NyTimes, sekarang Korea Selatan mengalihkan fokus pandemi menjadi “pilih dan fokus”.

Korea Selatan mulai meminta pasien positif untuk merawat diri mereka sendiri di rumah, sementara negara mengalihkan sumber daya kepada mereka yang paling rentan.

Pendekatan baru ini meresahkan orang-orang yang sudah terbiasa dengan intervensi virus yang ketat dari pemerintah.

Pasokan keperluan medis yang dijanjikan pemerintah, seperti termometer, oksimeter, hand sanitizer, serta kebutuhan pandemi lain, belakangan gagal tiba tepat waktu.

“Pendekatan lepas tangan sebagian pemerintah adalah kejutan bagi orang-orang yang dengan patuh mengikuti apa yang diperintahkan pemerintah kepada mereka, seperti mengenakan masker dan divaksinasi, dan sebagai imbalannya mengharapkan pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi hidup mereka,” ujar Presiden Masyarakat Vaksin Korea.