Rusia-Ukraina Diambang Perang, Sirine Bahaya Berbunyi, Biden Yakin Putin Sudah Buat Keputusan

JAKARTA, Kalimantanlive.com – Eskalasi konflik Rusia-Ukraina makin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Rusia-Ukraina diambang perang.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan lebih dari 40 persen pasukan Rusia yang ditempatkan di dekat Ukraina dalam posisi siap menyerang.

Pejabat itu juga mengklaim Rusia telah memulai pergerakan militer yang mengganggu stabilitas keamanan di kawasan itu.

“Empat puluh sampai lima puluh persen dari pasukan Rusia itu berada dalam posisi menyerang. Mereka telah melepaskan perakitan taktis dalam 48 jam terakhir,” kata pejabat AS yang tidak menyebutkan namanya itu seperti dikutip AFP pada Jumat (18/2/2022) waktu AS sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.

BACA JUGA : Putin Tarik Mundur Pasukan, Biden Tak Percaya Rusia Batal Serang Ukraina

BACA JUGA: Rusia Kepung Ukraina dari Tiga Sisi, Pengamat Ingatkan Ancaman Perang Dunia III

BACA JUGA: TEMBUS ke Level Rp 957.000 per Gram, Ini Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Emas Dunia Terkoreksi Konflik Rusia – Ukraina

Ketegangan memang sudah terjadi di Donetsk dan Luhansk, dua wilayah Ukraina yang dikuasai separatis pro-Rusia, sejak Jumat (18/2/2022), malam setempat.

Sirine peringatan bahaya bahkan telah berbunyi di Donetsk dan Luhansk. Para pemimpin separatis di kedua wilayah itu bahkan telah mengevakuasi ratusan ribu warga ke Rusia.

Intelijen militer Ukraina, menyatakan Rusia telah menerjunkan pasukan khusus ke wilayahnya di Donetsk dan menanam sejumlah bahan peledak di beberapa fasilitas dan bangunan publik di daerah bergolak itu.

Konflik Rusia-Ukraina, para lansia Ukraina ikut berlatih menembak mengantisipasi serangan Rusia ke negara mereka. (AP Photo/Vadim Ghirda/CNNIndonesia)

Donetsk merupakan wilayah yang terletak di timur Ukraina dan menjadi titik panas konflik pasukan pemerintah dengan dikuasai separatis pro-Rusia selama ini.

“Langkah-langlah ini bertujuan untuk mengacaukan situs di wilayah yang diduduki sementara di negara kita dan menciptakan alasan untuk menuduh Ukraina melakukan tindakan terorisme,” kata Intelijen Pertahanan Dinas Keamanan Negara Ukraina melalui kicauan Twitter pada Jumat (18/2/2022) sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com.