Dilansir Reuters, lembaga itu mendesak warga Ukraina di Donetsk tidak meninggalkan rumah dan tidak menggunakan transportasi umum demi mengantisipasi bahaya.
Setidaknya 700 ribu orang dilaporkan akan dievakuasi pihak berwenang di dua wilayah itu ke Rusia menggunakan bus.
Para pemimpin separatis menuduh Ukraina telah melancarkan serangan terhadap dua wilayah mereka itu, sebuah tuduhan yang dibantah keras pemerintahan Presiden Volodymyr Zelensky.
BACA JUGA:
FENOMENA Hujan Ikan di Texas, Amerika Serikat, Terungkap Ini yang Terjadi
Beberapa jam setelah pengumuman evakuasi, sebuah mobil jip meledak di luar gedung pemerintah Donetsk.
Wartawan Reuters melihat kendaraan itu dikelilingi pecahan peluru hingga sebuah roda mobil terlempar ke atas akibat ledakan. Media Rusia mengatakan kendaraan jip itu milik seorang pejabat separatis.
Sebagian besar warga Donetsk dan Luhansk lebih fasih berbahasa Rusia dan secara budaya memang lebih dekat kepada Moskow. Banyak warga di dua wilayah separatis Ukraina itu pun telah diberikan kewarganegaraan oleh Rusia.
Evakuasi warga dimulai setelah pengeboman artileri paling intens terjadi pada Jumat di Donetsk dan Luhansk.
Situasi tegang di Donetsk dan Luhansk ini terjadi ketika Rusia diyakini tengah bersiap menyerbu Ukraina terlepas dari klaim mereka soal penarikan pasukan.







