Saat Emak-emak Resah, Produsen Ini Timbun 1,1 Juta Kg Minyak Goreng di Gudang, Gubernur Edy Marah

MEDAN, KALIMANTANLIVE.COM – Tragis, saat emak-emak gelisah bahkan ada yang harus menempuh jarak 12 kilometer (km) untuk mendapatkan minyak goreng (migor), sementara di Sumatera Utara ada produsen yang menimbun migor di gudang sebanyak 1,1 juta kilogram (kg).

Penumpukan minyak goreng dalam jumlah besar yang ditemukan Tim Satgas Pangan Sumatera Utara (Sumut) ini memunculkan kecurigaan karena saat ini sedang terjadi kelangkaan di berbagai tempat.

Bahkan, Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi sangat geram mengetahui penimbunan migor tersebut

# Baca Juga :Emak-emak di Batutungku Tanahlaut Berjuang Keras agar Bisa Bawa Pulang Minyak Goreng, di Pasar Stok Kosong

# Baca Juga :Kalangan Ibu Rumah Tangga di Pelaihari Gundah, Minyak Goreng Mulai Sulit Didapatkan

# Baca Juga :Sidak Harga Minyak Goreng di Pasar Keraton, Forkopimda Tapin Temukan Harga Hingga Rp20.000 per Liter

# Baca Juga :CARUT Marut Minyak Goreng Berlanjut, Supermarket Nakal Raup Untung dari Kelangkaan Migor, Pemerintah Bisanya Sebut Stok Aman

Saat dihubungi, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait mengatakan pihaknya memang sudah melakukan penelusuran terkait kelangkaan minyak goreng di Sumatera Utara sejak satu minggu yang lalu.

“Memang benar tadi pagi kita menemukan tumpukan minyak goreng di salah satu gudang di Deliserdang. Itu ada 1,1 juta kilogram yang siap dipasarkan namun ditumpuk dalam gudang,” ujar Naslindo kepada tribun-medan.com, Jumat (18/2/2022).

Naslindo mengaku sepanjang penelusuran yang dilakukan di lapangan, distribusi minyak goreng memang kerap kosong baik di pasar-pasar maupun ritel.

“Sudah satu minggu lebih kita telusuri memang kosong minyak goreng ini baik di pasar-pasar dan swalayan. Makanya kita coba telusuri lebih dalam terkait hal ini,” ungkapnya.

Terkait penemuan ini, Naslindo mengaku pihaknya akan menyurati produsen minyak goreng tersebut untuk dilakukan pertemuan pada Senin (21/2/2022) mendatang.

“Kita sudah surati dan kita akan panggil mereka Senin nanti untuk mendengar klarifikasi apa penyebab penumpukan ini. Apakah ada indikasi pidana di sana yang jelas kita minta itu segera disalurkan,” ucapnya.

Menurut Naslindo pihaknya akan menyerahkan kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh produsen minyak goreng yang bersangkutan.

Ia memastikan ke depan pihaknya masih akan terus melakukan pengecekan di berbagai produsen minyak goreng.

Hal ini, kata Naslindo dikarenakan kemungkinan masih ada produsen lainnya yang melakukan praktik serupa.

“Tentu kita masih akan lanjutkan pengecekan ke gudang-gudang produksi minyak goreng. Karena masih ditemukan satu, kemungkinan masih ada lagi produsen nakal lainnya,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada seluruh produsen minyak goreng untuk tetap menyalurkan minyak goreng sebagaimana mestinya.

“Kita sudah minta mereka menyalurkan dan akan kita awasi terus. Target utama kita kelangkaan minyak goreng bisa teratasi karena di masa pandemi Covid-19 kelangkaan ini bisa menjadi ancaman dan memicu inflasi,” ungkapnya.

Tempuh 12 Jam Demi Dapat Minyak Goreng

Ironi minyak goreng masih berlanjut di Indonesia.

Kali ini ada enam orang emak-emak atau ibu-ibu yang rela menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan minyak goreng.