Antusiame Warga Hadiri Sosialisasi Manfaat Eco Enzyme, Cairan Alami Sejuta Manfaat di Banjarmasin

BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Puluhan warga dan sejumlah perwakilan dari berbagai sekolah antusias mengikuti Sosialisasi Manfaat Eco Enzyme, Cairan Alami Sejuta Manfaat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (19/2/2022).

Seluruh peserta mendapatkan penjelasan berbagai manfaat Eco Enzyme hingga diajari bagaimana cara memanfaatkan daur ulang sampah menjadi hasil yang bermanfaat yang diolah menjadi cairan alami sejuta manfaat tersebut.

Pemaparan materi disampaikan langsung oleh Dr Dian Masita Dewi, SE MM (Pusat Studi Eco Enzyme ULM) dan dr Tati dari Puskesmas di Kota Banjarmasin.

BACA JUGA:
Vaksinasi Serentak Anak dan Lansia di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin Bakal Dihadiri Kapolri

BACA JUGA :
Banjarmasin dan 6 Daerah di Kalsel Naik ke Level 3, Ini Aturan Lengkap PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali

Dr Dian Masita menjelaskan, kegiatan yang bertemakan From Zero To Hero (Sampahmu berkah untuk Lingkungan dan Sesama), kata From Zero berasal dari sampah organik yang biasa kita buang sia-sia.

Pemaparan materi oleh Dr Dian Masita Dewi, SE, MM (Pusat Studi Eco Enzyme ULM) Sabtu (19/2/2022) (Kalimantanlive.com/Ani)

“Sedangkan TO HERO diolah menjadi Eco Enzyme yang memiliki manfaat luas, bagi lingkungan (mengurangi sampah, membantu mengatasi problematika polusi udara, air dan tanah), pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, sosial hingga mitigasi bencana,” katanya.

Menurut Dr Dian, Eco Enzyme merupakan formula yang ditemukan melalui penelitian selama 30 tahun oleh Dr Rosukon, ilmuwan dari Thailan dan mendedikasikan temuannya untuk alam semesta.

 

Antusiasme peserta mengikuti sosialisasi manfaat Eco Enzym menyimak paparan dari Narasumber, Sabtu (19/2/2022) (Kalimantanlive.com/Ani)

Bahan pembuatan Eco Enzyme sangat sederhana, yaitu gula merah atau molase, bahan organik (BO) dari aneka limbah kulit buah dan sayuran segar, dengan komposisi atau perbandingan 1 bagian gula merah, 3 bagian BO dan 10 bagian air.

Sebagai contoh sederhana perbandingan, 1 kg gula merah + 3 kg BO dan 10 liter air.

“Semua bahan difermentasi selama 3 bulan dalam wadah berbahan plastik dan bermulut lebar seperti ember, tong atau toples. Pada saat fermentasi, harus ditutup rapat,” jelas Dr Dian.