Cairan hasil fermentasi inilah, kata Dr Dian, yang disebut dengan Eco Enzyme, yang memiliki ciri khas berwarna hitam (molase) atau kecoklatan (gula merah), berbau fermentasi atau buah-buahan segar dan memiliki PH<4.
Dr Dian menambahkan, pengolahan dan manfaat Eco Enzyme ini sangat efektif dalam mengatasi permasalahan sampah, sehingga diharapkan dapat terwujud lingkungan yang bersih, masyarakat sehat dan tentu saja mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penghematan biaya kebutuhan RT.

“From Hero To Hero juga merujuk pada pemanfaatan Eco Enzyme dalam membantu PMI sebagai desinfektan organik yang aman dan ramah lingkungan tetapi memiliki kemampuan percentace kill 100% membunuh virus dan bakteri patogen dengan pengenceran 1cc eco enzyme di tambah 1 liter air,” katanya.
Dr Dian kemudian langsung memberikan bimbingan dan praktek langsung cara pembuatan Eco Enzyme kepada para peserta yang telah menyiapkan bahan organik dari sisa buah-buah dan kulit buah-buahan dan sayuran segar, gula merah dan air.
Kalimantanlive.com/Ani
editor : Elpian








