Febriana/Amalia takluk dari Baek Ha-na/Seong Seung-yeon setelah berjuang hingga rubber game.
Kekalahan Febriana/Amalia otomatis membuat kedudukan menjadi imbang 1-1.
Lalu, pada partai ketiga, tim putri Indonesia kembali memetik kemenangan lewat Putri Kusuma Wardani.
Pebulu tangkis yang akrab disapa Putri KW itu menang dua gim langsung atas Lee Se Yeon. Dia sekaligus membalas kekalahan yang dialami ketika bersua Lee Se Yeon di fase grup.
Kemenangan Putri KW membuat tim putri Indonesia membutuhkan tambahan satu poin lagi untuk memastikan gelar.
Nita Violina Marwah/Lanny Tria Mayasari yang mewakili Indonesia di partai keempat, berhasil menuntaskan misi tersebut.
Mereka menang dua gim langsung atas Kim Min Ji/Park Min Jeong dan tim putri Indonesia pun dipastikan menjadi jawara dalam Kejuaraan Beregu Asia 2022.
Hasil ini membuat tim putri Indonesia mengukir sejarah. Mereka untuk kali pertama berhasil menjadi kampiun Kejuaraan Beregu Asia.
Sebelumnya, pencapaian terbaik Srikandi Merah Putih adalah menembus semifinal pada edisi 2018.
Pencapaian menjadi juara Asia terbilang luar biasa karena tim putri Indonesia mayoritas menurunkan skuad muda.
Wakil Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin beraksi pada laga Kejuaraan Beregu Asia kontra Korea Selatan di Selangor, Malaysia, pada Kamis (17/2/2022).
Wakil Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin beraksi pada laga Kejuaraan Beregu Asia kontra Korea Selatan di Selangor, Malaysia, pada Kamis (17/2/2022).(PBSI)
Tim Putra Indonesia Kalah
Ketika berjuang melawan Malaysia di final Kejuaraan Beregu Asia 2022, tim putra Indonesia takluk 0-3.
Pada partai pertama, kapten tim Chico Aura Dwi Wardoyo kalah rubber game dari tunggal putra terbaik Malaysia Lee Zii Jia.
Lalu, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang tampil setelah Chico, juga takluk lewat rubber game dari lawannya, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Kekalahan Leo/Daniel membuat tim putra Indonesia tertinggal 0-2 dari tuan rumah Malaysia.
Kondisi itu menghadirkan beban berat bagi Ikhsan Rumbay yang tampil pada partai ketiga, melawan Ng Tze Yong.
Setelah berusaha memberi perlawanan, Ikhsan Rumbay tak kuasa membendung permainan solid Ng Tze Yong yang mengakhiri laga lewat dua gim langsung.







