“Harapan kita menyikapi pemindahan ibukota provinsi ini agar dilakukan rembuk bersama, baik pemerintah provinsi, DPRD provinsi serta kabupaten dan kota,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina juga kaget dan mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi pemindahan ibu kota Kalsel ke Banjabaru.
“Kami belum pernah mendapatkan informasi terkait rencana pemindahan ibu kota Provinsi Kalsel,” ujar Ibnu Sina sebagaimana dilansir Banjarmasinpost.co.id.
Ibnu Sina mengungkapkan, saat dirinya masih menjadi anggota DPRD Kalsel, Gubernur Kalsel saat itu, H Rudy Ariffin memang pernah melemparkan wacana pemindahan pusat pemerintahan ke Banjarbaru.
“Kami termasuk orang yang sejak awal ikut dalam rancangan RPJMD Provinsi Kalsel waktu itu di DPRD Kalsel zaman Pak Rudy Ariffin. Kita sepakat untuk memindah pusat pemerintahan atau pusat perkantoran ke Banjarbaru. (Tapi) Ibu kota, Banjarmasin,” katanya.
Ibnu Sina pun menegaskan kalau sudah beredar dalam 24 jam terakhir ini bahwa sudah disetujui ibu kota provinsi berpindah ke Banjarbaru usulan siapa.
“Saya mau bertanya itu usulan siapa? Rasanya dalam visi misi Paman Birin-H Muhidin (Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel) tidak mencantumkan visi misi itu,” katanya,” katanya.
Kalimantanlive.com/eep
Editor : Elpian







