Korban Tewas Sudah 150 Orang, Badai di Petropolis Brazil Akibatkan Banjir dan Longsor

KALIMANTANLIVE.COM – Korban tewas akibat badai berdampak banjir dan longsor di kota Petropolis, Brazil yang ditemukan terus bertambah, per Minggu (20/2/2022) sudah mencapai 152 orang.

Akibat badai yang terjadi pada Selasa lalu, polisi mengumumkan setidaknya ada 165 orang yang dilaporkan hilang.

Jumlah korban yang dinyatakan hilang itu terus menurun seiring sejumlah jasad yang ditemukan beberapa hari terakhir.

# Baca Juga :Kalsel Berpotensi Diterpa Cuaca Ekstrem Hingga Malam, Ini Peringatan Dini BMKG untuk di 32 Wilayah Hari Ini

# Baca Juga :SIMAK Cuaca Kalsel Hari Ini, BMKG Sebut 30 Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem Jumat, 18 Februari 2022

# Baca Juga :CUACA Kalsel dan 30 Wilayah di Indonesia Hari Ini, Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem

# Baca Juga :31 Wilayah Waspada Hari Ini Selasa 15 Februari 2022, BMKG: Bakal Alami Hujan Lebat Disertai Petir & Angin

Namun, sejauh ini belum dapat dipastikan berapa banyak jumlah kematian karena pencarian masih terus dilakukan.

Seperti dilansir dari AFP, tim SAR dan warga terus mencari kemungkinan korban yang masih hilang dengan menggali lumpur dan mengangkat reruntuhan bangunan di wilayah kota yang berada di bagian Brazil tenggara itu.

Sejauh ini dari 152 jasad yang ditemukan, sebanyak 124 sudah berhasil diidentifikasi, termasuk 28 korban anak-anak.

Saking hancurnya, Presiden Brazil Jair Bolsonaro pada Jumat (18/2) lalu bahkan melihat gambaran suasana kehancuran di kota Persepolis itu ibarat sebuah lokasi bekas perang. Sementara itu, Paus Fransiskus mengirimkan perasaan belasungkawanya terhadap para korban dan bencana di Petropolis tersebut.

“Saya mengungkapkan keprihatinan saya tehradap masyarakat yang beberapa hari sebelumnya dilanda bencana alam… Tuhan sambutlah mereka yang wafat itu dalam damai, hiburlang anggota keluarga, dan dukung mereka yang menawarkan bantuan,” ujar Paus Fransiskus dalam peribadatan di Alun-alun Santo Peter, Vatikan.

Sebagai informasi, sejumlah pakar menilai badai yang menghantam Brazil itu merupakan akibat dari semakin buruknya perubahan iklim. Setidaknya dalam tiga bulan terakhir sudah lebih dari 200 orang tewas karena bencana badai, utamanya di wilayah tenggara seperti Sao Paulo dan Bahia, termasuk kini Petropolis.

Petropolis–kota yang dihuni sekitar 300.000 orang–pada Selasa lalu dihantam hujan deras disertai angin yang telah menyapu pepohonan hingga kendaraan. Hujan itu juga memicu longsor di kawasan pemukiman yang berada di sisi lereng.