Desainer Indonesia Diduga Beli Organ Manusia, Terungkap Setelah Polisi Brasil Usut Paket Berisi Potongan Tubuh

Pihak UEA juga sudah mengunggah pernyataan tertulis dan bersedia bekerja sama dengan kepolisian.

“Kami berkomitmen membantu proses penyelidikan secara lengkap sesuai perintah pengadilan untuk mencari fakta terkait kasus ini,” demikian kutipan pernyataan UEA di akun medsos mereka.

Berdasar informasi yang diterima oleh Vice World News dari salah satu sumber polisi, paket dari Manaus berisi potongan tubuh manusia itu dipesan oleh desainer berinisial AP.

AP beberapa kali menuai kontroversi, salah satunya karena pernah membuat tas jinjing dari bahan tulang manusia. AP saat itu berdalih jika tas dari bahan tulang tersebut didapatkan dari sumber yang “etis”, serta dilengkapi surat resmi otoritas medis di Kanada.

Kasus penjualan organ manusia yang mencuat disebut hanya bagian dari puncak gunung es sindikat penjualan organ manusia di pasar gelap internasional. Berdasarkan laporan lembaga hak asasi serta Perserikatan Bangsa-bangsa, sindikat ini sulit diberantas karena hukum tiap negara berbeda dalam menyikapi penjualan organ manusia.

Brasil termasuk negara yang melarang perorangan atau badan yang menjual organ manusia. Kepolisian Brasil sempat memenjarakan tiga dokter di Kota Sao Paolo, pada 2011, karena terlibat pembunuhan pasien demi menjual ginjal mereka ke pasar gelap.

editor : NMD
sumber : CNN Indonesia