Ia pun mendesak pemerintah untuk segera mengintervensi pasar lewat subsidi kacang kedelai. Ia khawatir jika dibiarkan berkepanjangan konsumen tahu dan tempe bakal beralih ke alternatif protein lain seperti telur.
“Harapannya jangka pendek pemerintah harus intervensi, kalau harga ketinggian konsumen tahu tempe bisa beralih,” jelas Sutaryo.
Sutaryo menilai solusi jangka panjangnya adalah pemerintah harus mengatur ulang tata niaga kacang kedelai. Ia berharap impor kacang kedelai bisa dikembalikan kepada Perum Bulog.
Menurut Sutaryo, lonjakan harga kacang kedelai di dalam negeri disebabkan RI menganut pasar bebas dan pihak yang mengimpor adalah swasta. Dengan demikian, jika harga internasional naik, maka otomatis harga di RI pun meningkat.
Ia berpendapat jika harga dipatok di level tertinggi dan pemerintah dapat mengamankan stok hingga waktu tertentu, maka harga kacang kedelai akan kembali stabil.
“Sekarang istilahnya kalau orang dagang, jual barang dapat barang, tapi kalau pemerintah kan beda tata niaganya diatur. Kalau pemerintah menguasai barang kan beda, jadi bisa 3 bulan barang dikuasai harga nggak naik, tapi kalau swasta nggak bisa,” pungkas Sutaryo.
editor : NMD
sumber : CNN Indonesia







