KALIMANTANLIVE.COM – Dilaporkan The Guardian Jumat (25/2/2022) pagi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pidatonya di televisi.
Volodymyr Zelensky menyampaikan kondisi terkini wilayahnya sejak Rusia melancarkan serangannya pada Kamis (24/2/2022) pagi.
Volodymyr Zelensky berbicara dengan para pemimpin Barat, menyebut negaranya dibiarkan diserang tanpa ada yang membantu.
# Baca Juga :Pertempuran Sengit Malam Hari, Pasukan Rusia Rebut dan Kuasai Reaktor Nuklir Chernobyl di Ukraina Utara
# Baca Juga :RUSIA Invasi Ukraina, Venue Final Liga Champions Ada Kemungkinan Dipindah ke Wembley
# Baca Juga :Parlemen Inggris Minta Abramovich Diusir dari Chelsea, Dampak Invasi Rusia ke Ukraina
# Baca Juga :PERANG Rusia-Ukraina Pecah, Ledakan Keras Terdengar di Ibu Kota Ukraina usai Putin Perintahkan Invasi
“Kami dibiarkan sendiri untuk mempertahankan negara kami,” katanya.
“Siapa yang siap bertarung bersama kita? Saya tidak melihat siapa pun.”
“Siapa yang siap memberi Ukraina jaminan keanggotaan NATO?”
“Semua orang takut.”

Zelensky mengatakan bahwa 137 orang telah tewas dan 316 lainnya terluka.
Zelensky Perintahkan Pergerakan Militer Penuh
Dalam pidato yang sama, Zelensky memerintahkan mobilisasi militer penuh melawan invasi Rusia, yang akan berlangsung selama 90 hari.
Militer Ukraina akan menentukan berapa banyak orang yang memenuhi syarat untuk dinas, dan kabinet akan mengalokasikan uang untuk mobilisasi.
Sementara itu, warga negara Ukraina (pria) berusia 18-60, dilarang untuk meninggalkan perbatasan Ukraina, menurut Layanan Penjaga Perbatasan Negara.
“Peraturan ini akan tetap berlaku selama periode hukum darurat militer.”
“Kami meminta warga untuk mempertimbangkan informasi ini.”







