BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya optimistis kewajiban modal inti minimum Bank Kalsel Rp 3 triliun akan terpenuhi sebelum akhir 2024, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Saya sebagai Dirut semakin bertambah optimis bahwa tahun 2024 sesuai peraturan OJK, modal Bank Kalsel yang saat ini masih Rp 2 triliun, masih kurang Rp 1 triliun lagi, bisa kami penuhi secara bertahap,” ujarnya, usai rapat dengan Komisi II DPRD Kalsel yang membidangi Ekonomi dan Keuangan, Kamis (24/2/2022).
Kenapa harus bertahap? Karena modal bank itu, kata Hanawijaya, kalau digerojokin sekaligus juga, nggak mampu pihaknya harus melakukan intermediasi penyalurannya.
BACA JUGA :
Dirut Bank Kalsel Hanawijaya Ungkap 3 Strategi untuk Penuhi Modal Inti Minimum Rp 3 Triliun di 2024
BACA JUGA:
Hanawijaya Calon Direktur Utama Bank Kalsel, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar : Sudah Disetujui OJK
BACA JUGA:
Hanawijaya Berharap Bank Kalsel Syariah Jadi Partner Layanan Keuangan Masyarakat Banua
Hanawijaya menjelaskan, kalau misalnya dirinya sebagai Dirut dikasih tambahan modal dari pemegang saham tapi tidak bisa melakukan ekspansi di bidang kredit, itu malah bisa membuat turun kesejahteraan pemegang saham.
“Hal itu dapat dilihat dari return of equity, laba per saham menjadi turun,” ujarnya.
Oleh karena itulah, tutur Hanawijaya, penambahan modal Bank Kalsel dilakukan secara bertahap.

Yang bisa duluan tahun 2022 ini, ujarnya, beberapa kabupaten/kota dan provinsi dalam jumlah tidak terlalu besar.
“Nanti di 2023, ketika ekonomi sudah mulai, Insya Allah akan membaik, tambahan modal akan sangat terkoneksi dengan pertumbuhan di bidang kredit,” katanya.










