“Tentunya, tuan Abramovich tak bisa lagi memiliki sebuah klub sepak bola di negara inI? Tentunya kita bisa membekukan sejumlah asetnya termasuk rumahnya yang seharga 152 juta pound?”
Momen Chelsea merayakan gelar juara Piala Dunia Antarklub musim 2021 di Stadion Mohammed Bin Zayed, Sabtu (12/2/2022) waktu setempat. Chelsea sukses meraih gelar juara seusai mengalahkan Palmeiras.
Momen Chelsea merayakan gelar juara Piala Dunia Antarklub musim 2021 di Stadion Mohammed Bin Zayed, Sabtu (12/2/2022) waktu setempat. Chelsea sukses meraih gelar juara seusai mengalahkan Palmeiras.(GIUSEPPE CACACE)
Abramovich membangun kekayaannya setelah keruntuhan Uni Soviet pada 1991.
Ia membeli Chelsea pada 2003 dan menjadikan The Blues sebagai kekuatan sepak bola Eropa dan dunia.
Di bawah guyuran dana Abramovich, Chelsea antara lain menjadi lima kali juara Premier League, lima kali Piala FA, dua kali Liga Champions, dua kali Liga Europa, dan terakhir juara Piala Dunia Antarklub.
Sebelum ini, nama Abramovich masuk daftar cekal yang dibuat tokoh oposisi Rusia Alexy Navalny sebagai salah satu dari delapan individu yang harus menghadapi sanksi agar menekan Putin.
Selain Abramovich, di daftar yang dikeluarkan pada 2021 tersebut juga ada nama mantan pemilik Arsenal, Alisher Usmanov, yang kini punya ikatan bisnis dengan Everton.
Nama-nama yang tertera di daftar tersebut disebut sebagai “mereka yang berperan dan mengambil keuntungan dari kleptokrasi Rusia dengan ikatan/aset kuat di dunia Barat.”
Kendati tak disebutkan alasannya, Abramovich mengalami penundaan saat mengajukan perpanjangan aplikasi visa tinggal di Inggris Raya pada 2018 sehingga ia akhirnya mengundurkan diri permintaan tersebut.
Hal itu datang sebagai imbas kasus mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal, yang diracun di Inggris.
Namun, juru bicara Abramovich mengonfirmasi ia kemudian memasuki Inggris pada Oktober 2021 sebagai seorang warga Israel sehingga bisa masuk tanpa visa.
Kini, Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss, tidak menutup kemungkinan akan mencekal Roman Abramovich jika situasi konfilk Rusia dan Ukraina tak kunjung membaik.
“Kami punya beberapa nama dalam daftar yang kami siap cekal. Tidak ada satu pun yang bebas,” kata Truss, dikutip BolaSport.com dari Bloomberg.
Truss menolak mengonfirmasi secara spesifik apakah Abramovich ada pada daftar itu.
“Warga Inggris bisa percaya bahwa pemerintah masih punya beberapa nama untuk menjadi target cekal jika Ukraina diserang,” ucap Truss melanjutkan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris terpaksa mengoreksi pernyataan yang menyebut bahwa Abramovich telah masuk daftar cekal pemerintahannya.
editor : NMD
sumber : kompas.com









