KIEV, KALIMANTANLIVE.COM – Pasukan Rusia sudah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl di Ukraina utara, salah satu tempat terjadinya bencana nuklir paling parah di dunia.
Tentara Rusia dikabarkan telah menguasai fasilitas Pembangkit Nuklir Chernobyl, setelah sempat terlibat pertempuran sengit dengan pasukan Ukraina pada Kamis (24/2/2022) malam waktu setempat.
# Baca Juga :RUSIA Invasi Ukraina, Venue Final Liga Champions Ada Kemungkinan Dipindah ke Wembley
# Baca Juga :Parlemen Inggris Minta Abramovich Diusir dari Chelsea, Dampak Invasi Rusia ke Ukraina
# Baca Juga :PERANG Rusia-Ukraina Pecah, Ledakan Keras Terdengar di Ibu Kota Ukraina usai Putin Perintahkan Invasi
# Baca Juga :Menteri Inggris : Putin Kerahkan Tank dan Pasukan, Invasi Rusia di Ukraina Sudah Dimulai
“Pasukan Rusia mengambil alih situs tersebut setelah pertempuran sengit pada hari Kamis dengan penjaga nasional Ukraina yang melindungi lokasi itu,” kata penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak.
“Mustahil untuk mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman setelah serangan oleh Rusia,” katanya.
Ia mengatakan, dikuasainya Chernobyl merupakan salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini.
“Rusia ingin mengendalikan reaktor nuklir Chernobyl untuk memberi sinyal kepada NATO agar tidak ikut campur secara militer,” katanya.
Sementara Igor Novikov, mantan penasihat Presiden Volodymyr Zelenskyy, mengatakan ancaman ke Eropa dari fasilitas nuklir yang kini tidak aktif itu perlu ditanggapi secara serius.
“Saya perlu mengatakan dan ini sekaligus peringatan bagi sahabat-sahabat Eropa kami, bahwa Ukraina memiliki 15 reaktor nuklir aktif dan limbah nuklir di Chernobyl: satu mortir meleset, maka semua orang di Eropa menghadapi bencana nuklir besar,” kata Novikov kepada Al Jazeera.
“Semua orang harus memahami bahwa ini bukan hanya tentang Ukraina, seluruh Eropa berada dalam bahaya besar.”







